ilustrasi saham (pexels.com/Leeloo The First)
Dampak lainnya adalah kemungkinan munculnya kepemilikan saham dalam jumlah yang tidak sesuai dengan satuan perdagangan reguler atau disebut odd lot. Kondisi ini bisa terjadi ketika jumlah saham yang dimiliki investor tidak dapat dibagi secara utuh sesuai rasio penggabungan.
Sebagai contoh, investor yang memiliki 105 lembar saham sebelum reverse stock split dengan rasio 10:1 secara matematis akan memperoleh 10,5 lembar saham setelah penggabungan. Penanganan sisa saham tersebut bergantung pada mekanisme yang ditetapkan perusahaan dan ketentuan yang berlaku.
Kondisi ini bisa memengaruhi kemudahan transaksi karena perdagangan dalam jumlah yang tidak sesuai dengan satuan reguler dapat memiliki mekanisme tersendiri. Oleh sebab itu, periksa informasi resmi mengenai penanganan pecahan saham, jadwal pelaksanaan, serta ketentuan perdagangan setelah aksi korporasi.
Dampak reverse stock split bagi investor ritel tidak hanya berkaitan dengan perubahan jumlah saham dan harga per lembar, tetapi juga sentimen pasar, risiko penurunan harga, potensi delisting, serta kemungkinan munculnya odd lot. Secara teoritis, nilai investasi tetap sama saat penggabungan dilakukan, tetapi pergerakan harga setelahnya tetap bisa memengaruhi keuntungan atau kerugian.
Sebelum mengambil keputusan, pastikan kamu memahami alasan perusahaan melakukan aksi korporasi, memeriksa kondisi fundamentalnya, dan membaca keterbukaan informasi resmi. Dengan demikian, kamu dapat mempertimbangkan risiko investasi secara lebih cermat, bukan sekadar melihat kenaikan harga saham setelah aksi penggabungan dilakukan.