Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dana SAL Diperpanjang 6 Bulan,BRI: Stabilitas Likuiditas Makin Terjaga
Direktur Treasury and International Banking BRI, Farida Thamrin. (IDN Times/Triyan).
  • Pemerintah memperpanjang penempatan dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) di lima bank Himbara, termasuk BRI, selama enam bulan setelah jatuh tempo pada Maret 2026.
  • BRI menerima total dana SAL sebesar Rp80 triliun yang telah disalurkan ke berbagai sektor usaha, dengan porsi terbesar mengalir ke sektor mikro.
  • Perpanjangan dana SAL diyakini BRI akan menjaga stabilitas likuiditas dan mendorong pertumbuhan kredit, meski peningkatan permintaan tetap jadi faktor penting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyambut baik keputusan pemerintah untuk memperpanjang masa penempatan dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) di lima bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) selama enam bulan setelah jatuh tempo pada Maret 2026.

Direktur Treasury and International Banking BRI, Farida Thamrin, mengatakan perpanjangan tersebut akan menjaga stabilitas likuiditas perbankan.

“Ini merupakan hal yang sangat positif. Dengan perpanjangan penempatan dana SAL ini, kami semakin yakin stabilitas likuiditas perbankan akan tetap terjaga,” ujarnya dikutip, Sabtu (28/2/2026).

1. Likuiditas perbankan masih tetap terjaga

Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurutnya, terjaganya stabilitas likuiditas perbankan juga akan mendukung transmisi kebijakan fiskal ke sektor riil agar tetap berjalan optimal. Farida menambahkan, sebelumnya Kementerian Keuangan telah menginformasikan bahwa penempatan dana pemerintah dalam bentuk SAL yang akan jatuh tempo di BRI pada 13 Maret 2026 akan diperpanjang.

“Karena itu, kami sangat menyambut baik keputusan tersebut,” tambahnya.

2. Kredit BRI sudah mengalir ke berbagai sektor

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

Dari total dana SAL sebesar Rp200 triliun yang ditempatkan pemerintah, BRI memperoleh alokasi awal Rp55 triliun pada September lalu. Selanjutnya, perseroan mendapatkan tambahan penempatan sehingga total dana pemerintah yang dikelola BRI mencapai Rp80 triliun. Dana tersebut telah disalurkan dalam bentuk kredit kepada debitur di berbagai segmen.

Dari sisi sektor, kredit BRI telah mengalir ke berbagai bidang usaha, seperti perdagangan besar dan eceran, pertanian, kehutanan, perikanan, serta sektor lain yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Namun, bagi BRI, mayoritas kredit disalurkan ke sektor mikro, hampir mencapai 50 persen,” jelas Farida.

3. BRI optimistis pertumbuhan kredit bank semakin meningkat

Ilustrasi Kantor BRI Regional Office Semarang. (Dok. BRI)

Dengan perpanjangan masa penempatan dana ini, BRI optimistis pertumbuhan kredit perbankan dapat semakin meningkat. Meski demikian, ia menekankan pentingnya perbaikan dari sisi permintaan agar penyaluran kredit dapat tumbuh berkelanjutan.

“Kredit perbankan sangat ditentukan oleh kualitas permintaan dan kesiapan sektor riil itu sendiri. Jadi ada dua sisi yang perlu diperhatikan. Stimulus likuiditas ini berkaitan dengan sisi suplai, sementara pertumbuhan kredit juga membutuhkan permintaan yang kuat,” tutupnya.

Editorial Team