Harga yang lebih mahal gak selalu muncul karena biaya produksi sebuah barang ikut melonjak. Dalam strategi bisnis, ada fenomena premiumization ketika perusahaan meningkatkan kualitas, citra, pengalaman, atau nilai yang dirasakan konsumen agar produknya layak ditempatkan pada kelas harga lebih tinggi. Strategi tersebut membuat barang yang sebelumnya terasa biasa dapat memperoleh posisi baru sebagai produk yang lebih eksklusif di mata pasar.
Fenomena ini mudah ditemukan pada berbagai kategori, mulai dari kopi, kosmetik, pakaian, kendaraan, sampai perangkat elektronik. Konsumen modern juga gak sekadar mempertimbangkan fungsi dasar, tetapi dapat menilai desain, cerita merek, kenyamanan, sampai pengalaman ketika menggunakan suatu produk.
Mirip dengan bagaimana persepsi dapat terbentuk dari gambaran yang terus diperkuat melalui media dan cerita, citra yang melekat pada suatu pilihan turut memengaruhi cara orang menilai nilainya. Lantas, faktor apa saja yang mendorong perusahaan menerapkan premiumization dan menawarkan produknya dengan harga lebih tinggi? Yuk, pahami bersama!
