Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Garuda Indonesia Rugi Rp5,5 Triliun di 2025, Bengkak 343 Persen!
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (IDN Times/Holy Kartika)
  • Garuda Indonesia mencatat kerugian Rp5,48 triliun pada 2025, naik 343 persen dibanding tahun sebelumnya akibat penurunan pendapatan dan rugi selisih kurs.
  • Liabilitas perusahaan turun 7,91 persen menjadi Rp124,64 triliun, dengan liabilitas jangka panjang menurun namun liabilitas jangka pendek justru meningkat.
  • Aset Garuda Indonesia tumbuh 12,28 persen hingga mencapai Rp126,2 triliun pada 2025, sekaligus membalikkan posisi ekuitas dari negatif menjadi positif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan kerugian hingga 322,5 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp5,48 triliun (kurs Rp16.982 per dolar AS) sepanjang 2025. Kerugian dalam laporan keuangan perusahaan 2025 yang telah diaudit itu membengkak hingga 343,53 persen dibandingkan 2024 atau secara year on year (yoy).

Pada 2024, kerugian Garuda Indonesia ialah sebesar 72,71 juta dolar AS atau setara Rp1,23 triliun.

1. Catatkan rugi dari selisih kurs

Penumpang pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Adisutjipto. (IDN Times/Holy Kartika)

Sepanjang 2025, Garuda Indonesia membukukan pendapatan usaha sebesar 3,22 miliar dolar AS atau setara Rp54,62 triliun, turun 5,85 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 3,42 miliar dolar AS atau setara Rp58,02 triliun.

Pendapatan dari penerbangan berjadwal tercatat sebesar 2,51 miliar dolar AS atau setara Rp42,7 triliun, turun 8,3 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 2,74 miliar atau setara Rp46,57 triliun.

Lebih lanjut, pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal atau charter naik sebesar 2,13 persen, yakni 340,87 juta dolar AS atau setara Rp5,8 triliun dibandingkan 2024 yang senilai 333,75 juta dolar AS atau setara Rp5,67 triliun.

Pendapatan lain-lain juga mengalami peningkatan, yakni sebesar 6,08 persen, yakni senilai 361,06 juta dolar AS atau setara Rp6,13 triliun pada 2025.

Namun, perusahaan mencatatkan kerugian dari selisih kurs yakni sebesar Rp20,5 miliar, melonjak hingga 106,68 persen dibandingkan 2024 yang masih untung sebesar 18,04 juta dolar AS atau setara Rp306,4 miliar.

2. Liabilitas menurun

Pesawat Garuda Indonesia. (dok. Garuda Indonesia)

Garuda Indonesia mencatatkan penurunan liabilitas sebesar 7,91 persen, yakni sebesar 7,34 miliar dolar AS atau setara Rp124,64 triliun dibandingkan 2024 yang sebesar 7,97 miliar dolar AS atau setara Rp135,35 triliun.

Liabilitas jangka panjang juga menurun 11,85 persen, dari Rp115,43 triliun (6,8 miliar dolar AS) pada 2024, menjadi Rp101,75 triliun (5,9 miliar dolar AS) pada 2025.

Meski begitu, liabilitas jangka pendek perusahaan meningkat 14,9 persen, yakni Rp19,92 triliun (1,17 miliar dolar AS) pada 2024, menjadi Rp22,89 triliun (1,35 miliar dolar AS) pada 2025.

Utang obligasi perusahaan meningkat tipis 0,004 persen, yakni dari Rp11.625.457.523.834 (684,57 miliar dolar AS) pada 2024, menjadi Rp11.625.890.002.536 (684,6 miliar dolar AS) pada 2025.

3. Aset Garuda Indonesia meningkat 12,28 persen

Pesawat Garuda Indonesia. (Dokumentasi Humas Garuda Indonesia untuk IDN Times)

Pada 2025, Garuda Indonesia berhasil membalikkan ekuitas dari negatif Rp22,96 triliun (1,35 miliar dolar AS) pada 2024, menjadi positif 91,91 juta dolar AS atau setara Rp1,56 triliun.

Aset perusahaan meningkat hingga 12,28 persen, dari Rp12,4 triliun pada 2024 (6,62 miliar dolar AS), menjadi Rp126,2 triliun (7,43 miliar dolar AS) pada 2025.

Editorial Team