Penumpang pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Adisutjipto. (IDN Times/Holy Kartika)
Sepanjang 2025, Garuda Indonesia membukukan pendapatan usaha sebesar 3,22 miliar dolar AS atau setara Rp54,62 triliun, turun 5,85 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 3,42 miliar dolar AS atau setara Rp58,02 triliun.
Pendapatan dari penerbangan berjadwal tercatat sebesar 2,51 miliar dolar AS atau setara Rp42,7 triliun, turun 8,3 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 2,74 miliar atau setara Rp46,57 triliun.
Lebih lanjut, pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal atau charter naik sebesar 2,13 persen, yakni 340,87 juta dolar AS atau setara Rp5,8 triliun dibandingkan 2024 yang senilai 333,75 juta dolar AS atau setara Rp5,67 triliun.
Pendapatan lain-lain juga mengalami peningkatan, yakni sebesar 6,08 persen, yakni senilai 361,06 juta dolar AS atau setara Rp6,13 triliun pada 2025.
Namun, perusahaan mencatatkan kerugian dari selisih kurs yakni sebesar Rp20,5 miliar, melonjak hingga 106,68 persen dibandingkan 2024 yang masih untung sebesar 18,04 juta dolar AS atau setara Rp306,4 miliar.