Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Garuda Indonesia Bukan Lagi Maskapai Bintang 5, Ini Kata Menhub

Garuda Indonesia Bukan Lagi Maskapai Bintang 5, Ini Kata Menhub
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi (IDN Times/Pitoko)
Intinya Sih
  • Skytrax menurunkan peringkat Garuda Indonesia dari maskapai bintang 5 menjadi bintang 4 karena penurunan standar produk dan fasilitas yang dinilai sudah usang di beberapa lokasi utama.
  • Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan dan kenyamanan agar Garuda dapat kembali meraih status maskapai bintang 5 di masa mendatang.
  • Garuda Indonesia menyatakan tengah menjalankan transformasi menyeluruh melalui roadmap peningkatan layanan, mencakup pembaruan kabin, ground service, lounge, serta pengembangan digital dan inflight service.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times- Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, buka suara atas keputusan Skytrax yang tidak lagi memasukkan Garuda Indonesia sebagai maskapai bintang 5.

Skytrax kini diketahui menetapkan Garuda Indonesia sebagai maskapai bintang 4 untuk kualitas dan layanan, padahal sebelumnya Garuda masuk kategori bintang 5.

"Kita melihat lagi kira-kira mana yang perlu kita perbaiki, sehingga yang tadinya sempat peringkat lima dalam waktu yang panjang bisa kita raih kembali. Ya perbaikan tadinya perlu, dan memperbaiki dan juga mempertahankan itu ya," ujar Dudy kepada awak media, dikutip Minggu (8/3/2026).

1. Pentingnya layanan dalam bisnis maskapai

Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (IDN Times/Holy Kartika)

Dudy pun melanjutkan dengan menyatakan betapa pentingnya sebuah layanan dalam bisnis maskapai penerbangan.

Oleh karena itu, kualitas kenyamanan layanan perlu terus ditingkatkan oleh Garuda Indonesia yang notabenenya merupakan maskapai besar di Indonesia dan dunia.

"Bisnis airline tidak hanya bisnis dengan teknologi yang tinggi, tapi juga layanan. Kita lihat banyak operator airline dunia juga sangat menekankan selain keselamatan, tapi juga kenyamanan layanan," kata Dudy.

2. Garuda akui lakukan pembenahan secara menyeluruh

Jemaah haji kloter 16 Embarkasi Padang menaiki pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Minangkabau, Kamis (30/5/2024). (IDN Times/Dheri Agriesta).
Jemaah haji kloter 16 Embarkasi Padang menaiki pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Minangkabau, Kamis (30/5/2024). (IDN Times/Dheri Agriesta).

Sebelumnya diberitakan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memastikan sedang melakukan pembenahan secara menyeluruh untuk mewujudkan transformasi layanan.

Dalam hal ini, Garuda Indonesia merespons penurunan peringkat bintang 5 (5-Star Airline) dari Skytrax, menjadi bintang 4 (4-Star Airline). Padahal, peringkat bintang 5 sudah disandang maskapai pelat merah itu sejak 2014.

Dalam keterangan resmi, Sabtu (7/3/2026), Garuda Indonesia menyatakan sedang menjalankan peta jalan atau roadmap peningkatan layanan secara menyeluruh, yang mencakup perbaikan dan penyegaran terhadap sejumlah touch points perjalanan penumpang.

Langkah tersebut meliputi peningkatan kualitas layanan kabin dan pengalaman penerbangan, penyegaran layanan ground service di bandara, lounge revamp, pengembangan layanan digital dan inflight service, hingga penyempurnaan berbagai elemen layanan yang dioptimalkan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih konsisten, nyaman, dan bernilai tambah bagi penumpang.

"Seluruh pengembangan tersebut akan tetap mengacu pada pendekatan 5 senses experience khas Garuda Indonesia yang mencakup aspek sight, sound, scent, taste, dan touch," tulis manajemen Garuda Indonesia.

3. Alasan Skytrax pangkas peringkat Garuda Indonesia

Pesawat Garuda Indonesia dengan desain Livery Pikachu berbatik. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Pesawat Garuda Indonesia dengan desain Livery Pikachu berbatik. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dalam situs resminya, Skytrax menyatakan penurunan peringkat itu disebabkan pesawat dan fasilitas darat di Jakarta dan Denpasar yang sudah usang, sehingga perlu ditingkatkan atau dimodernisasi.

"Meskipun standar layanan staf tetap baik, standar produk telah menurun terlalu banyak dalam beberapa tahun terakhir untuk mempertahankan tingkat peringkatnya," tulis Skytrax.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Garuda Indonesia menjelaskan penurunan peringkat dari Skytrax itu. Manajemen menyatakan, peringkat bintang empat itu mencakup meliputi kualitas layanan kabin dan pelayanan awak kabin, berdasarkan hasil penilaian Skytrax.

"Standar layanan yang disediakan oleh perseroan sudah tidak lagi relevan dengan standar maskapai bintang lima," tulis manajemen Garuda Indonesia.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in Business

See More