Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Generasi Sandwich, Begini Cara Atur Keuangan Hari Ini dan Masa Depan
Ilustrasi sandwich generation (Shutterstock/Hananeko_Studio)
  • BPS mencatat 71 juta penduduk Indonesia pada 2020 termasuk generasi sandwich, yakni mereka yang menanggung kebutuhan diri sendiri, orang tua, anak, atau keluarga besar.

  • Tekanan finansial generasi sandwich dapat memicu kelelahan fisik-mental, rasa bersalah, kekhawatiran masa depan, hingga risiko depresi akibat tuntutan memenuhi kebutuhan keluarga.

  • Artikel menyoroti asuransi jiwa sebagai pengalihan risiko; AXA Mandiri menawarkan Generation Secure Plus dengan premi mulai Rp500 ribu per bulan dan perlindungan hingga usia 85 tahun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Generasi sandwich menghadapi tekanan keuangan karena menanggung kebutuhan diri sendiri, orang tua, dan keluarga, serta risiko kehilangan pendapatan. AXA Mandiri menawarkan Asuransi Generation Secure Plus sebagai produk perlindungan jiwa.
  • Who?
    Generasi sandwich di Indonesia, terutama usia 30–50 tahun, menjadi kelompok yang menanggung keluarga lintas generasi. AXA Mandiri menawarkan produk asuransi bagi kelompok tersebut.
  • Where?
    Kondisi ini terjadi di Indonesia. Data BPS 2020 mencatat 71 juta penduduk Indonesia termasuk generasi sandwich, dengan 8,4 juta di antaranya tinggal bersama keluarga besar yang dibiayai.
  • When?
    Data jumlah generasi sandwich berasal dari BPS tahun 2020. Perlindungan produk mencakup hingga tertanggung berusia 85 tahun atau tahun polis ke-30, mana yang terjadi paling akhir.
  • Why?
    Beban muncul karena kebutuhan hidup pribadi, dukungan bagi orang tua, serta biaya anak dan keluarga. Kondisi tersebut dapat memicu kelelahan fisik, tekanan mental, kecemasan, dan risiko masalah keuangan saat pendapatan terganggu.
  • How?
    AXA Mandiri menawarkan Generation Secure Plus dengan premi mulai Rp500 ribu per bulan, manfaat meninggal dunia, manfaat tunai dijamin, serta pembebasan premi akibat kondisi kritis pada Plan Care.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Katanya “Uang gak dibawa mati”, kalau kata generasi sandwich, “Boro-boro dibawa mati, dibawa sampai akhir bulan aja kadang gak nyampe!” Related banget gak sih? Gaji baru masuk, tapi tiba-tiba langsung habis buat banyak "tanggungan"? Mulai dari biaya hidup sendiri, membantu kebutuhan orang tua, sampai memikirkan masa depan keluarga. Kalau iya, bisa jadi kamu termasuk sandwich generation.

Tantangan generasi sandwich bukan cuma soal membagi penghasilan, tetapi juga menghadapi risiko yang sering luput dipikirkan: bagaimana kalau tiba-tiba kehilangan sumber pendapatan? Tanpa tabungan dan perlindungan finansial, beban yang sudah berat bisa jadi lebih besar dan berpotensi diteruskan ke generasi berikutnya. Kalau begini, siapa yang salah? Kita yang gak bisa atur keuangan atau memang uangnya yang kurang?

1. Siapa saja yang masuk kategori generasi sandwich?

Ilustrasi sandwich generation (Shutterstock/imtmphoto)

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, 71 juta penduduk Indonesia merupakan Generasi Sandwich, ini mewakili lebih dari seperempat. Sebanyak 8,4 juta sandwich gen di antaranya tinggal bersama anggota keluarga di luar keluarga inti yang mereka biayai atau disebut juga extended family.

Menurut situs resmi sikapiuangmu, generasi sandwich sering terjadi pada usia 30-40 tahun. Namun ada juga yang menyebutkan rentang umur antara 30-50 tahun. Menurut Carol Abaya, seorang Aging and Elder Care Expert, dalam sumber yang sama juga telah mengategorikan generasi sandwich menjadi tiga ciri berdasarkan perannya seperti berikut:

  1. The traditional sandwich generation: Orang dewasa berusia 40-50 tahun yang dihimpit oleh beban orang tua berusia lanjut dan anak-anak yang masih membutuhkan dukungan finansial.

  2. The club sandwich generation: Orang dewasa berusia 30-60 tahun yang dihimpit oleh beban orang tua, anak, cucu (jika sudah memilikinya), dan atau nenek kakek (jika masih hidup).

  3. The open faced sandwich generation: Siapapun yang terlibat dalam pengasuhan orang usia lanjut namun bukan merupakan pekerjaan profesionalnya (seperti mengurus seseorang yang berada di panti jompo) termasuk ke dalam kategori ini.

2. Sandwich generation sering merasa terbebani, namun tetap dijalani

Ilustrasi keluarga sandwich generation (Shutterstock.com/Little Star)

Beban yang harus ditanggung sandwich generation tidaklah ringan dan sering berdampak pada kehidupan mereka.

  1. Merasa lelah secara fisik dan mental
    Generasi sandwich sering merasa lelah, baik fisik atau mental. Hal ini karena mereka harus bekerja lebih keras dan lebih lama demi mendapatkan penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang harus ditanggung. Kondisi ini juga sering menyita banyak waktu untuk dirinya sendiri sehingga biasanya mereka tidak punya teman dan waktu bersosialisasi.

  1. Selalu merasa bersalah
    Meski sudah bekerja keras, banyak generasi sandwich yang merasa bersalah karena beranggapan bahwa dirinya tidak mampu memenuhi kebutuhan dan membahagiakan orang tua atau anaknya. Perasaan bersalah inilah yang jika dibiarkan terus menerus dapat menyebabkan gangguan mental.

  1. Berisiko mengidap depresi
    Generasi sandwich juga mudah merasa khawatir, seperti khawatir tidak bisa membiayai hidup orang tua, khawatir tidak dapat membiayai pendidikan, hingga khawatir dengan masa depannya. Rasa khawatir inilah yang nantinya bisa menyebabkan depresi.

3. Generasi sandwich butuh perlindungan, salah satunya lewat asuransi jiwa

ilustrasi asuransi jiwa (freepik.com/creativeart)

Beratnya tanggung jawab yang dihadapi sandwich generation sering menjadi polemik dan perlu segera diputus. Salah satu upaya memutus mata rantai generasi sandwich adalah dengan memiliki asuransi jiwa yang dapat membantu meringankan beban yang ditanggung generasi sandwich.

  1. Manajemen risiko
    Ketika punya asuransi jiwa, artinya kamu sudah paham betul bahwa ada banyak risiko hidup yang mungkin terjadi di kemudian hari. Asuransi inilah yang berfungsi sebagai pengalihan risiko. Namun, pahami dulu jenis risiko dan manfaat asuransi agar sesuai kebutuhan kamu sebagai generasi sandwich dan tentunya tetap harus berhati-hati dalam menjalani kehidupan.

  1. Mengurangi beban kecemasan
    Jadi generasi sandwich pasti sering banget bikin kamu gak tenang dan stres karena harus menanggung beban keuangan yang cukup besar. Dengan asuransi, kamu bisa lebih tenang tanpa perlu khawatir akan masa depan, karena asuransi akan memberikan proteksi yang mengurangi beban kecemasan dari kemungkinan buruk yang mungkin terjadi di kemudian hari.

  1. Bentuk self-love
    Asuransi jiwa bisa jadi back up plan ketika suatu saat terjadi hal buruk dalam hidup dan akan melindungi berbagai rencana keuangan di masa depan. Dengan begitu, kamu sudah berhasil menjaga kewarasan mental, sehingga kamu bisa lebih fokus terhadap diri sendiri sebagai wujud self-love.

  1. Terhindar dari quarter life crisis
    Fase quarter life crisis umumnya terjadi di usia 25 hingga awal 30-an, biasanya dipicu oleh kekhawatiran akan masa depan dan keuangan. Memiliki asuransi jiwa membantu kamu menyiapkan rencana keuangan yang sehat, sehingga dapat terhindar dari krisis ini.

  1. Memberi jaminan rasa aman
    Sebagai tulang punggung keluarga, memiliki asuransi jiwa dapat melindungi ahli waris dari risiko kerugian finansial. Uang pertanggungan dari polis akan menjadi bekal bagi keluarga untuk melanjutkan hidup jika pencari nafkah mengalami cacat total atau meninggal dunia.

4. AXA Mandiri hadir dengan produk asuransi jiwa yang cocok untuk kebutuhan generasi sandwich

Customer Care AXA Mandiri Hadir di Palembang

Berbeda dari anggapan yang masih banyak beredar, asuransi jiwa tidak selalu identik dengan premi mahal. Dengan memilih produk yang sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial, asuransi jiwa bisa menjadi safety net yang melindungi keluarga saat kondisi tak terduga terjadi, sekaligus membantu memutus rantai sandwich generation.

AXA Mandiri hadir menjawab keresahan para generasi sandwich di Indonesia dengan produk Asuransi Generation Secure Plus sebagai Bekal untuk terus Melangkah Pasti. Asuransi Generation Secure Plus hadir sebagai asuransi jiwa tradisional yang memberikan perlindungan jiwa jangka panjang untuk membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga dengan matang demi ketenangan hari ini dan keamanan keluarga di masa depan.

Produk asuransi ini memberikan berbagai manfaat yang sesuai dengan kebutuhan generasi sandwich yang juga sebagai tulang punggung keluarga seperti Manfaat Meninggal Dunia, Manfaat Pembebasan Premi karena Kondisi Kritis (hanya tersedia pada Plan Care) dan Manfaat Tunai dijamin, produk ini memiliki perlindungan hingga Tertanggung mencapai usia 85 tahun atau tahun Polis ke-30 (mana yang paling akhir terjadi) dengan Masa Pembayaran Premi yang fleksibel.

Dengan premi mulai dari Rp500K per bulan, kamu sudah bisa mendapatkan banyak manfaat seperti:

  • Manfaat Tunai Dijamin dengan memberikan Pengembalian Premi hingga 100% yang akan dibayarkan sesuai jadwal dalam Masa Asuransi.

  • Manfaat Meninggal Dunia hingga 120% Uang Pertanggungan.

  • Manfaat Pembebasan Premi karena Kondisi Kritis jika Tertanggung terdiagnosis salah satu dari 73 Kondisi Kritis.

  • Masa perlindungan yang panjang hingga usia 85 tahun atau tahun Polis ke-30 (mana yang paling akhir terjadi).

Buat kamu para generasi sandwich yang tertarik dengan produk asuransi jiwa dari AXA Mandiri, kamu bisa konsultasikan kebutuhan asuransi dengan Financial Advisor AXA Mandiri, kunjungi situs resmi AXA Mandiri, atau hubungi 1500803 untuk informasi lebih lanjut. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article