Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gerakan Ibu Cek Dulu: Jaga Keamanan Digital bagi Perempuan Pelaku UMKM

4 min read
Gerakan Ibu Cek Dulu: Jaga Keamanan Digital bagi Perempuan Pelaku UMKM
Gerakan Ibu Cek Dulu mengedukasi terhadap 100 perempuan di Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat (16/10/2026). (Dok. Istimewa)
  • Jalin meluncurkan Gerakan Ibu Cek Dulu untuk meningkatkan literasi keamanan transaksi digital bagi perempuan UMKM, diawali edukasi 100 peserta di Susukan, Jakarta Timur.
  • Program membekali peserta mengenali bukti pembayaran palsu, tautan penipuan, dan permintaan OTP, sekaligus melindungi data pribadi serta menggunakan kanal pengaduan resmi.
  • Melalui pembentukan lebih dari 100 duta keamanan digital, Jalin menargetkan edukasi tambahan bagi 500 orang dan perluasan program ke komunitas perempuan UMKM di berbagai wilayah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Penggunaan pembayaran digital yang semakin luas membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis. Namun, kemudahan transaksi juga diikuti risiko penipuan digital yang dapat merugikan keuangan usaha maupun keluarga.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), bagian dari Danantara Indonesia, menggagas Gerakan Ibu Cek Dulu. Program ini berfokus pada peningkatan literasi keamanan transaksi digital bagi perempuan pelaku UMKM melalui edukasi berbasis komunitas.

Program tersebut diawali dengan edukasi terhadap 100 perempuan di Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat (16/10/2026). Bekerja sama dengan T.CARE, kegiatan ini melibatkan perempuan pelaku UMKM, ibu rumah tangga yang menjalankan usaha, kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta anggota komunitas perempuan.

Berikut tiga hal yang menjadi fokus Jalin melalui Gerakan Ibu Cek Dulu.

  1. 1. Memperkuat keamanan transaksi digital di kalangan perempuan UMKM

    Siaran Pers - Cegah Penipuan Digital, Jalin Gagas Gerakan Ibu Cek Dulu bagi Perempuan Pelaku UMKM_2.jpg (1).jpeg
    Gerakan Ibu Cek Dulu mengedukasi terhadap 100 perempuan di Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat (16/10/2026). (Dok. Istimewa)

    Peningkatan literasi keamanan digital menjadi penting seiring dengan semakin luasnya penggunaan layanan keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61 persen, sedangkan indeks literasi keuangan berada pada angka 69,57 persen.

    Selisih sebesar 24,04 poin persentase tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap layanan keuangan masih perlu diimbangi dengan pemahaman dan keterampilan untuk menggunakannya secara aman dan bertanggung jawab.

    Sementara itu, Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026, tumbuh 40,36 persen secara tahunan. Perkembangan ini memperlihatkan semakin besarnya peran pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk transaksi usaha sehari-hari.

    Bagi perempuan pelaku UMKM, risiko penipuan dapat muncul melalui berbagai modus, seperti bukti pembayaran palsu, tautan yang mengatasnamakan penyedia layanan keuangan, hingga permintaan kode one-time password (OTP).

    Melalui Gerakan Ibu Cek Dulu, peserta dibekali keterampilan praktis untuk mengenali transaksi mencurigakan, melindungi data pribadi, serta mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi dugaan penipuan.

    VP Corporate Secretary Jalin, Putu Agnia, mengatakan keamanan transaksi digital perlu didukung kemampuan masyarakat dalam mengenali risiko.

    “Sebagai penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran nasional, Jalin ingin memastikan kemajuan teknologi pembayaran diimbangi dengan peningkatan literasi keamanan digital. Bagi perempuan pelaku UMKM, kemampuan ini penting untuk melindungi transaksi, keberlangsungan usaha, dan keuangan keluarga,” ujar Putu.

  2. 2. Membentuk duta keamanan digital untuk menjangkau 500 orang

    Siaran Pers - Cegah Penipuan Digital, Jalin Gagas Gerakan Ibu Cek Dulu bagi Perempuan Pelaku UMKM_1.jpg (1).jpeg
    Gerakan Ibu Cek Dulu mengedukasi terhadap 100 perempuan di Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat (16/10/2026). (Dok. Istimewa)

    Jalin tidak hanya mengandalkan edukasi dalam satu kegiatan, tetapi juga mengembangkan pendekatan berbasis komunitas agar pengetahuan mengenai keamanan transaksi digital dapat diteruskan kepada lebih banyak orang. Melalui sesi Digital Safety Academy, peserta mendapatkan pembekalan untuk mengenali modus penipuan digital melalui simulasi kasus sehari-hari. Materi yang diberikan mencakup langkah pencegahan, pengamanan akun, serta penggunaan kanal pengaduan resmi.

    Program ini juga dilanjutkan melalui Digital Safety Ambassador Activation yang berhasil membentuk lebih dari 100 duta keamanan digital. Para duta akan memperoleh perangkat edukasi berupa Digital Safety Toolkit dan pendampingan untuk mendukung kegiatan edukasi di lingkungan masing-masing.

    Setiap duta ditargetkan mengedukasi setidaknya lima orang. Dengan skema tersebut, program ini menargetkan tambahan 500 penerima manfaat di luar 100 peserta awal.

    Pendekatan ini memungkinkan edukasi keamanan digital menjangkau masyarakat melalui jejaring komunitas. Perempuan yang telah mengikuti pelatihan diharapkan tidak hanya menerapkan pengetahuan tersebut dalam aktivitas usaha sehari-hari, tetapi juga membagikannya kepada orang lain.

  3. 3. Memperluas pemberdayaan perempuan dalam ekonomi digital

    Siaran Pers - Cegah Penipuan Digital, Jalin Gagas Gerakan Ibu Cek Dulu bagi Perempuan Pelaku UMKM_3.jpg (1).jpeg
    Gerakan Ibu Cek Dulu mengedukasi terhadap 100 perempuan di Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat (16/10/2026). (Dok. Istimewa)

    Ke depan, Jalin berharap Gerakan Ibu Cek Dulu dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia, terutama komunitas perempuan pelaku UMKM yang membutuhkan penguatan literasi keamanan transaksi digital. Perusahaan juga mendorong kolaborasi dengan berbagai mitra lokal untuk memperluas jangkauan program. Dengan pendekatan tersebut, edukasi diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

    “Kami ingin Gerakan Ibu Cek Dulu berkembang menjadi gerakan bersama yang tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Harapannya, semakin banyak perempuan pelaku usaha yang mampu melindungi diri dan membagikan pengetahuan kepada komunitasnya, sehingga manfaat ekonomi digital dapat dirasakan dengan lebih aman dan berkelanjutan,” tambah Putu.

    Gerakan ini menjadi bagian dari upaya Jalin memperkuat ekosistem pembayaran nasional yang terintegrasi, aman, dan inklusif. Memasuki satu dasawarsa kiprahnya pada November 2026 dengan tema “Menghubungkan Negeri”, Jalin terus mendorong agar perkembangan infrastruktur pembayaran memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk perempuan pelaku UMKM.

    Melalui penguatan literasi keamanan transaksi digital, Jalin berupaya mendukung perempuan pelaku usaha agar semakin terlindungi dalam menjalankan bisnis sekaligus mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital secara lebih aman dan berkelanjutan.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More