Comscore Tracker

5 Tips Finansial buat Mahasiswa, Strategi biar Gak Kere!

Mahasiswa diharapkan mampu kelola keuangan

Jakarta, IDN Times - Keuangan selalu menjadi persoalan, terutama bagi kamu para mahasiswa. Kalau pun kamu mendapatkan beasiswa, tetap saja kondisi kantong sering kali morat-marit untuk kebutuhan sehari-hari terutama di akhir bulan.

Belum lagi jika kiriman orang tua terlambat, biasanya rencana kamu bisa tertunda akibat tidak ada budget tersisa. Untuk menghindari hal seperti itu, tak ada salahnya mulai belajar merencanakan keuanganmu. 

Panduan finansial di bawah ini bisa menjadi referensi agar kamu bisa bernapas lega di akhir bulan. Dikutip dari laman resmi asuransi CAR, simak 5 tips finansial berikut.

Baca Juga: 7 Tips Atur Keuangan dengan Gopay, Antiboncos! 

1. Kurangi biaya makan di luar

5 Tips Finansial buat Mahasiswa, Strategi biar Gak Kere!ilustrasi tips menjaga gula darah untuk pasien diabetes saat Lebaran (unsplash.com/Toa Heftiba)

Makanan memang sebuah kebutuhan, tetapi sering pergi keluar untuk makan bisa menghabiskan banyak biaya. Terlebih kamu adalah mahasiswa yang mengandalkan kiriman orang tua.

Kalau pun harus makan keluar bersama teman-teman kuliah, sebaiknya bayar sendiri-sendiri dan pastikan di tempat yang harganya terjangkau. Itu pun sebaiknya hanya dilakukan saat weekend.

Untuk makan sehari-hari, sebaiknya carilah makanan di warung hemat sekitar kost. Lebih baik lagi kalau bisa masak sendiri.

2. Pertimbangkan untuk kos sekamar berdua

5 Tips Finansial buat Mahasiswa, Strategi biar Gak Kere!Ilustrasi kamar kos ideal (instagram.com/self_diy)

Kost dengan sistem sekamar berdua bisa menghemat biaya sewa bagi mahasiswa. Hal ini sudah umum terjadi di banyak kampus. Jika rata-rata jatah kiriman dari orang tua untuk biaya kost sebesar Rp1 juta, kamu bisa berhemat Rp500 ribu saat dibagi berdua dengan teman sekamar.

Tentu saja biaya ini jauh lebih ringan dibandingkan membayar sendiri biaya kost. Mungkin yang baru pertama kali mencoba akan merasa dalam situasi yang canggung. Namun, bagi yang sudah terbiasa, sekamar berdua justru lebih membuat kamu mudah bergaul dan memiliki banyak teman.

Baca Juga: Kenali 3 Jenis Utama Pengeluaran, Penting biar Keuangan Lebih Teratur!

3. Tulis dan analisis biaya serta pengeluaran bulanan

5 Tips Finansial buat Mahasiswa, Strategi biar Gak Kere!Pexels.com/Karolina Grabowska

Bagi kamu mahasiswa baru, ada baiknya mulai belajar mengatur keuangan. Poin penting dalam mengatur keuangan adalah mencatat semua biaya dan pengeluaran dalam satu bulan. Untuk pendapatan, biasanya mahasiswa baru sudah mendapatkan jatah bulanan dari orang tuanya.

Hal-hal kecil seperti ngopi, berkumpul bersama teman, dan beberapa hal kurang penting lainnya mulailah catat dan analisis. Selama hal-hal kecil tersebut memberi manfaat, lakukanlah.

Jika tidak banyak manfaatnya, hilangkan saja hal-hal tersebut untuk menghemat biaya. Untuk memudahkan analisis, kamu bisa menggunakan aplikasi pengatur keuangan untuk smartphone android.

4. Cari biaya kos yang murah

5 Tips Finansial buat Mahasiswa, Strategi biar Gak Kere!instagram.com/self_diy

Bagi seorang mahasiswa, tinggal di kost bukanlah untuk mencari kebebasan atau kemewahan. Jangan sampai biaya kost ini mengambil porsi yang signifikan dan menguras anggaran kamu.

Banyak ahli keuangan merekomendasikan untuk menghabiskan uang untuk keperluan pribadi tidak lebih dari 30 persen dari jatah kiriman orang tua untuk sekedar biaya kost atau kontrak rumah.

Baca Juga: 5 Tips Keuangan Ini Bantu Kamu Persiapkan Pernikahan dengan Pasangan

5. Terapkan rumus 50/20/30

5 Tips Finansial buat Mahasiswa, Strategi biar Gak Kere!Pexels/RODNAE Productions

Rumus simpel ini banyak membantu orang untuk mengatur keuangan. Dengan rumus ini, kamu jadi tahu ke mana dan di mana sebaiknya memanfaatkan uang kamu. Sebab banyak ahli anggaran yang merekomendasikan rumusan ini.

Kamu mungkin pernah mendengar tentang hal tersebut sebelumnya. Untuk lebih mudahnya, rumusan ini menempatkan anggaran kamu ke dalam tiga kategori sederhana:

  • Sekitar 50 persen dihabiskan untuk kebutuhan primer yang meliputi semua kebutuhan pokok, seperti biaya kost, makan sehari-hari, dan tagihan lain semisal pulsa handphone, uang kuliah, dan sebagainya.
  • Sekitar 20 persen ditabung atau untuk melunasi pinjaman (jika ada).
  • Sekitar 30 persen untuk keperluan pribadi di luar kebutuhan pokok, seperti biaya untuk internet, sesekali makan bersama teman-teman, atau kebutuhan ringan lainnya.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya