Comscore Tracker

Bos OJK Pede Penempatan Dana di Himbara Genjot Penyaluran Kredit

Himbara menerima penempatan dana Rp47,5 triliun

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso pede penempatan dana pemerintah di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan menggenjot penyaluran kredit.

"Di mana Himbara menerima penempatan dana Rp47,5 triliun yang mendorong kredit sebesar 166,39 triliun. Kami yakin ini akan terus berkembang," kata Wimboh dalam konferensi pers KSSK, Selasa (27/10/2020).

1. Penyaluran di bank daerah

Bos OJK Pede Penempatan Dana di Himbara Genjot Penyaluran KreditIlustrasi Bank (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain itu, Wimboh mengatakan Bank Pembangunan Daerah telah menerima penempatan dana Rp14 triliun yang mendorong penyaluran kredit Rp17,39 triliun. Untuk bank syariah dapat penempatan dana Rp3 triliun yang disalurkan kredit Rp1,7 triliun.

"OJK akan terus dorong penyaluran kredit dan penempatan dana pemerintah yang ditempatkan di berbagai bank," katanya.

Baca Juga: Erick Thohir: Himbara Sudah Restrukturisasi Kredit Rp299 Triliun

2. Program restrukturisasi kredit per September 2020

Bos OJK Pede Penempatan Dana di Himbara Genjot Penyaluran KreditIlustrasi credit (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara untuk program restruktur kredit di perbankan per 28 September OJK mencatat sebesar Rp904,3 triliun untuk 7,5 juta debitur.

"Di perusahaan pembiayaan per 29 September mencapai Rp170,17 triliun untuk 4,6 juta kontrak," kata Wimboh.

3. Peningkatan NPL dan NFL

Bos OJK Pede Penempatan Dana di Himbara Genjot Penyaluran Kreditilustrasi. IDN Times/Ita Malau

Wimboh juga memaparkan profil resiko lembaga jasa keuangan mengalami peningkatan pada Agustus 2020. Hal itu tecermin dari non-performing loan (NPL) sebesar 3,22 persen dari yang pada kuartal II sebesar 3,11 persen.

Untuk non-performing financing (NPF), OJK mencatat untuk perusaahan pembiayaan pada Agustus 2020 di level 5,23 persen, meningkat dari kuartal II 5,17 persen.

"OJK fokus perkuat pengawasan terintegrasi untuk dapat deteksi dini berbagai potensi resiko terhadap stabilitas sistem keuangan dan mitigasi dengan counter-cyclical untuk bantu percepatan sekto riil dan perkonomian secara keseluruhan," ujarnya.

Baca Juga: PPA akan Perkuat Investasi dan Pengelolaan NPL Himbara pada 2020

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya