Comscore Tracker

Makin Menggurita, BCA Akuisisi Rabobank 

Operasional Rabobank bakal dihentikan

Jakarta, IDN Times - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengakuisisi saham PT Bank Rabobank International Indonesia (Rabobank Indonesia) dari Grup Rabobank. Transaksi tersebut mengikuti rencana Grup Rabobank untuk menghentikan operasional di Indonesia seiring perubahan strategi global grup.

Akuisisi tersebut ditandai dengan penandatangan perjanjian jual beli bersyarat (conditional sale and purchase agreement atau CSPA) antara kedua pihak yang tunduk pada persetujuan OJK.

1. Rabobank dalam proses penghentian operasional

Makin Menggurita, BCA Akuisisi Rabobank ANTARAFOTO

Wakil Presiden Direktur Rabobank Indonesia, Soemenggrie Jongkamto mengatakan, fokus utama Rabobank adalah memastikan proses transisi berjalan sebaik mungkin bagi semua pihak. Khususnya para nasabah dan seluruh karyawan selama proses penghentian operasional.

"Seiring dengan berjalannya proses tersebut, para pemegang saham kami dihampiri oleh beberapa pihak yang tertarik dan pada akhirnya mencapai persetujuan dengan BCA. Kami juga percaya hadirnya BCA akan semakin mendukung proses transisi yang baik bagi semua pihak,” ujarnya seperti dikutip dari Info Bank News, Kamis (12/12).

Baca Juga: BCA Mulai Lirik untuk Terapkan Teknologi Blockchain

2. Rabobank tetap fokus di sektor pangan dan agribisnis

Makin Menggurita, BCA Akuisisi Rabobank Ilustrasi Transaksi Online (IDN Times/Arief Rahmat)

Meski menghentikan operasional di Indonesia, kata dia, Grup Rabobank tetap berkomitmen terhadap sektor pangan dan agrobisnis di Indonesia. Selain itu, akan terus melayani nasabah wholesale Indonesia melalui cabang-cabang Rabobank di luar negeri.

"Kami juga terus mendukung sektor agrobisnis di Indonesia melalui Rabo Foundation," ungkapnya.

3. BCA juga mengakuisisi Bank Royal Indonesia

Makin Menggurita, BCA Akuisisi Rabobank IDN Times/Helmi Shemi

Sebelum mengakuisisi Rabobank, BCA juga telah mengakuisisi Bank Royal Indonesia. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, ke depan Bank Royal akan difokuskan ke segmen digital, terutama dari sisi penyaluran kredit. Bahkan, BCA akan menyuntikkan modal ke Bank Royal sebesar Rp 700 miliar awal tahun depan.

"Prosesnya sudah mau selesai dan kami siapkan RBB (rencana bisnis bank) untuk Bank Royal, dan saya kira tahun depan sudah mulai beroperasi," ujar Jahja di Jakarta, Selasa (3/12).

Jahja menambahkan, pihaknya menyasar pangsa pasar millennial yang menyukai kepraktisan. Cukup dengan gadget, millennial sudah bisa melakukan transaksi perbankan.

"Kami coba biayai nice market, serap dana dari sana. Kaum millennial sebenarnya ingin menabung, tapi bukan kayak senior millennial dulu. Kalau kami dulu menabung untuk hari depan, kalau millennial untuk jalan-jalan biasanya," katanya.

Selain itu, kata Jahja, BCA juga melakukan rebranding terhadap Bank Royal. Namun, nama baru itu masih dalam kajian. Yang jelas, pihaknya siap bersaing dengan pelaku pasar nama pun.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

 

Baca Juga: Bank Artos Diakusisi Jerry Ng, Begini Reaksi Bos BCA

Topic:

  • Umi Kalsum
  • Wendy Novianto

Berita Terkini Lainnya