Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-01-22 at 9.27.28 AM.jpeg
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI berhasil mendorong pelaku UMKM di Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatra Utara naik kelas. (dok. BRI)

Intinya sih...

  • Tantangan modal teratasi dengan KUR BRI.

  • Usaha Sari berkembang dengan bimbingan belajar dan laundry express.

  • KUR BRI membantu pelaku UMKM agar semakin produktif.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Peluang usaha sekecil apapun bisa membuahkan hasil bila dijalani dengan tekad dan kerja keras. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Sari Handayani Daulay (39), seorang pelaku usaha asal Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatra Utara. Sari memulai perjalanan bisnisnya secara sederhana pada 2015 dengan membuat es buah dan menjualnya keliling kampung atau menitipkannya di kedai-kedai kecil sekitar wilayah Karo.

Dari usaha sederhana tersebut, Sari melihat peluang lain yaitu jualan mainan anak yang saat itu belum tersedia di daerahnya. "Awalnya hanya jualan es buah, tapi saya melihat banyak anak-anak di sini yang sulit mendapatkan mainan. Akhirnya saya mulai jualan mainan eceran untuk membantu ekonomi keluarga," ungkap Sari.

1. Tantangan modal teratasi ketika Sari mengenal KUR BRI

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI berhasil mendorong pelaku UMKM di Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatra Utara naik kelas. (dok. BRI)

Namun, peluang baru itu tidak datang tanpa tantangan. Salah satunya adalah kewajiban memenuhi minimal pengambilan barang agar mendapatkan harga lebih murah dari distributor. Kesulitan modal sempat menghambat pertumbuhan usahanya. Kesulitan itu perlahan teratasi ketika seorang petugas BRI datang mengunjungi rumah-rumah di lingkungannya. Dari pertemuan itulah Sari mengenal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

"Jadi ada petugas BRI yang mungkin tahu saya punya usaha, lalu ditawari KUR BRI. Saya dijelaskan apa itu KUR dan persyaratannya dan dari situ saya tertarik mencoba," imbuhnya.

Proses pengajuan KUR terbilang mudah. Pengajuan pertama memberi pinjaman Rp5 juta, yang kemudian setelah pelunasan meningkat menjadi Rp25 juta pada pengajuan kedua. Dana ini langsung digunakan Sari untuk memperluas usaha, mulai dari merekrut pegawai hingga merintis peluang usaha lain.

2. Usaha Sari kian berkembang

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI berhasil mendorong pelaku UMKM di Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatra Utara naik kelas. (dok. BRI)

Saat pandemik COVID-19 melanda, Sari melihat kebutuhan baru di masyarakat yaitu pendampingan belajar anak yang tidak bisa mengikuti sekolah tatap muka. Dari sinilah lahir bimbingan belajar yang ia dirikan sendiri. Tak hanya itu, Sari juga mengembangkan usaha laundry express, yang didukung pinjaman dari BRI senilai Rp100 juta pada 2023.

Kini, roda usaha Sari bergerak semakin stabil. Usaha mainan anak dilanjutkan oleh sang adik, sementara Sari fokus mengembangkan bimbingan belajar dan laundry express yang semakin ramai pelanggan.

"KUR sangat membantu, terutama di awal menjalankan usaha. Kemajuan bisnis saya sekarang ini tentu berkat KUR BRI. Proses pencairan dana juga cepat, sekitar 3-4 hari. Sebelumnya, kalau pinjam uang di sini kan ke rentenir, duitnya tidak bisa berputar, malah habis buat bayar utang. Kalau di BRI bunganya ringan, jadi sebagai pemilik usaha tidak merasa berat," jelasnya.

3. Bantu pelaku UMKM agar semakin produktif

Nasabah KUR BRI (Dok. BRI)

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa KUR BRI ditujukan untuk membantu pelaku UMKM agar semakin produktif. Pembiayaan KUR memberikan dampak nyata terhadap penguatan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.

"Kisah dari Sari Handayani Daulay menjadi salah satu contoh dengan pendanaan KUR, pelaku UMKM di daerah bisa terus berkembang usahanya. Kami juga terus memberikan pendampingan kepada dan pemberdayaan bagi pelaku usaha untuk bisa naik kelas," imbuhnya

Ia menambahkan, KUR BRI bukan hanya sekedar instrumen pembiayaan, tetapi katalis yang mampu menggerakan ekonomi rakyat. Langkah ini merupakan peran BRI dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif, dengan UMKM menjadi penopang utamanya.

Hingga Desember 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur. Penyaluran KUR BRI didominasi oleh sektor produksi, yang mencakup pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan, dan jasa lainnya, dengan porsi sebesar 64,49 presen dari total penyaluran KUR BRI. Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp80,09 triliun atau setara 44,97 persen, dari keseluruhan KUR yang telah disalurkan. Capaian ini merefleksikan komitmen BRI dalam memperkuat sektor riil. (WEB)

Editorial Team