3 Pengaruh Kadar Perhiasan Emas terhadap Nilai Buyback

- Kadar emas menentukan proporsi emas murni dalam perhiasan; pada berat sama, perhiasan berkadar lebih tinggi umumnya memiliki kandungan emas dan potensi nilai buyback lebih besar.
- Saat buyback, penilaian tidak menghitung seluruh berat sebagai emas murni. Nilai akhir juga dipengaruhi harga pasar, hasil penaksiran, kondisi barang, serta kebijakan toko.
- Selisih harga beli dan buyback dapat terasa lebih besar pada kadar rendah karena ongkos pembuatan serta nilai desain dibayar saat membeli, tetapi tidak otomatis dihitung saat menjual.
Saat membeli perhiasan emas, kebanyakan orang mungkin lebih tertarik melihat model, berat, dan harganya. Padahal, ada satu hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu kadar emas. Kadar menunjukkan seberapa besar kandungan emas murni dalam sebuah perhiasan. Semakin tinggi kadarnya, semakin besar pula proporsi emas murni di dalamnya. Sebaliknya, perhiasan dengan kadar lebih rendah memiliki campuran logam lain yang lebih banyak.
Hal ini menjadi penting ketika perhiasan dijual kembali. Sebab, nilai buyback tidak hanya ditentukan oleh berat perhiasan, tetapi juga kadar emas yang terkandung di dalamnya. Lantas, apa saja pengaruh kadar perhiasan terhadap nilai buyback?
1. Semakin tinggi kadar emas, semakin besar kandungan emas murninya

ilustrasi perhiasan emas (Pexels.com/abh vlog) Kadar adalah salah satu faktor utama yang menentukan nilai sebuah perhiasan ketika dijual kembali. Dalam sistem karat, emas murni memiliki kadar 24 karat. Sementara itu, emas 18 karat memiliki kandungan emas sekitar 75 persen, sedangkan emas 22 karat memiliki kandungan emas sekitar 91,67 persen. Semakin tinggi karat, semakin besar pula kandungan emas murni dalam perhiasan.
Misalnya, ada dua perhiasan yang sama-sama memiliki berat 10 gram. Perhiasan A memiliki kadar 18 karat atau sekitar 75 persen emas. Artinya, secara sederhana terdapat sekitar 7,5 gram kandungan emas murni. Sementara itu, perhiasan B memiliki kadar 22 karat atau sekitar 91,67 persen emas. Dari berat 10 gram, kandungan emas murninya sekitar 9,17 gram.
Dengan berat yang sama, kandungan emas murninya berbeda. Karena itu, nilai buyback keduanya juga tidak otomatis sama. Namun, angka tersebut merupakan gambaran kandungan emas secara teoritis. Nilai yang benar-benar diterima saat buyback tetap bergantung pada hasil penaksiran, harga pasar, dan kebijakan tempat transaksi.
2. Kadar menentukan seberapa besar nilai emas yang dihitung saat buyback

ilustrasi perhiasan emas (Pexels.com/Meruyert Gonullu) Ketika menjual perhiasan, jangan menganggap seluruh berat perhiasan sebagai emas murni. Misalnya, kamu memiliki cincin seberat 10 gram dengan kadar 75 persen. Secara sederhana, kandungan emasnya adalah 10 gram × 75 persen = 7,5 gram emas. Sementara, 2,5 gram lainnya merupakan logam campuran.
Perkiraan nilai emas perhiasan dapat dihitung dengan mengalikan harga emas murni dengan kadar kemurnian emas. Namun, nilai tersebut belum tentu sama dengan uang yang diterima ketika perhiasan benar-benar dijual karena masih ada faktor lain seperti kondisi barang, kebijakan toko, biaya produksi, dan selisih harga jual-beli. Inilah alasan mengapa berat perhiasan saja tidak cukup untuk memperkirakan nilai buyback.
Perhiasan 10 gram berkadar 75 persen tidak bisa diperlakukan sama dengan emas 10 gram berkadar mendekati 100 persen.
Semakin tinggi kadar, semakin besar bagian dari berat tersebut yang berasal dari emas murni. Karena itu, sebelum menjual perhiasan, sebaiknya ketahui tiga informasi dasar, yaitu berapa beratnya, berapa kadarnya, dan berapa harga buyback yang berlaku. Ketiganya dapat memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai nilai yang mungkin diterima.
3. Kadar rendah bisa membuat selisih harga beli dan buyback terasa lebih besar

ilustrasi perhiasan emas (Pexels.com/alleksana) Seseorang mungkin membeli perhiasan dengan harga cukup mahal karena selain membayar kandungan emas, ia juga membayar ongkos pembuatan dan nilai desain. Namun, ketika perhiasan dijual kembali, ongkos pembuatan tersebut tidak otomatis ikut dihitung sebagai nilai emas. Biaya pembuatan merupakan salah satu alasan harga jual kembali perhiasan bisa lebih rendah dibandingkan harga ketika pertama kali dibeli. Selain itu, kadar emas yang lebih rendah berarti kandungan logam campuran lebih banyak.
Biaya pembuatan perhiasan dibebankan ketika pembelian, sementara ketika dijual kembali nilai yang diperhitungkan lebih berfokus pada kandungan emasnya. Artinya, perhiasan yang terlihat mahal ketika dibeli belum tentu memiliki nilai buyback yang sama tingginya. Karena itu, jika tujuan utama membeli emas adalah menjaga nilai atau mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga emas, perhiasan memiliki karakter yang berbeda dengan emas batangan.
Perhiasan memang memberikan manfaat tambahan berupa fungsi estetika dan bisa digunakan sehari-hari. Namun, dari sisi investasi, biaya pembuatan dan kadar yang lebih rendah perlu diperhitungkan. Jadi, kalau membeli perhiasan untuk dipakai, jangan hanya mengejar kadar tertinggi. Pertimbangkan juga desain, kenyamanan, ketahanan, dan kebutuhan penggunaan. Namun, kalau sejak awal kamu mempertimbangkan nilai jual kembali, kadar menjadi salah satu informasi yang wajib diperhatikan.






















