Jakarta, IDN Times – Bulan puasa sering kali membuat pola pengeluaran berubah dibandingkan hari biasa. Meski frekuensi makan berkurang, biaya untuk sahur, berbuka, hingga camilan justru bisa meningkat jika tidak direncanakan dengan baik. Tanpa disadari, pengeluaran kecil setiap hari dapat menumpuk menjadi jumlah yang cukup besar di akhir bulan.
Selain kebutuhan konsumsi, ada juga pengeluaran tambahan seperti buka bersama, sedekah, zakat, hingga belanja kebutuhan Lebaran. Semua ini perlu diperhitungkan agar kondisi keuangan tetap stabil dan tidak mengganggu anggaran bulanan yang sudah disusun sebelumnya.
Karena itu, penting untuk mulai menghitung dan mencatat pengeluaran harian selama bulan puasa. Dengan mengetahui rata-rata biaya yang dikeluarkan setiap hari, kamu bisa mengontrol anggaran dan menghindari pemborosan. Nah sebenarnya di mana sih pengeluaran kita yang berlebih? Yuk, kita cek bareng-bareng.
