Perbedaan antara kaum miskin, kelas menengah, dan kaum kaya tidak semata-mata diukur dari besaran penghasilan atau aset yang dimiliki. Dalam kajian psikologi finansial, latar belakang ekonomi terbukti memengaruhi cara seseorang berpikir, mengambil keputusan, dan memandang peluang hidup.
Investor saham dan penulis New Trader Rich Trader, Steve Burns melalui artikel yang dilansir New Trader U menjelaskan, kondisi ekonomi membentuk pola kognitif dan respons emosional terhadap uang, waktu, serta risiko.
Siapa yang tergolong miskin, menengah, atau kaya dalam perspektif ini ditentukan oleh kebiasaan berpikir yang terus terbentuk dari pengalaman hidup sehari-hari. Kapan pola pikir tersebut terbentuk biasanya berkaitan erat dengan situasi kelangkaan atau kelimpahan sumber daya yang dialami seseorang sejak lama.
Untuk memahami bagaimana perbedaan pola pikir itu bekerja dalam kehidupan nyata, simak penjelasan lengkapnya dalam lima poin berikut ini.
