Mengatur keuangan keluarga kerap kali dianggap hanya soal membayar kebutuhan pokok, seperti makan, listrik, dan cicilan. Padahal, di balik pengeluaran rutin tersebut, ada banyak pos penting yang kerap luput dari perhatian karena tidak terasa mendesak. Akibatnya, pentingnya pengeluaran itu baru disadari saat keluarga sudah berada dalam kondisi terdesak atau darurat.
Masalahnya tidak terletak pada kurangnya penghasilan, melainkan cara membuat skala prioritas. Banyak keluarga merasa sudah cukup bijak mengelola keuangan, padahal masih ada kebutuhan jangka panjang yang dikorbankan demi kenyamanan sesaat. Di sini, kita akan membahas berbagai prioritas pengeluaran keluarga yang sering terabaikan, tapi justru berdampak besar pada kestabilan finansial dan kualitas hidup.
