Comscore Tracker

Kisah Perempuan di Balik Kesiapan Puluhan Ribu Armada Blue Bird

Bintarti memimpin Divisi Perawatan Blue Bird

Jakarta, IDN Times – Setiap tahunnya pada 21 April Indonesia memperingati Hari Kartini, yang ditujukan untuk menghormati perjuangan R.A Kartini, sosok yang banyak membawa perubahan khususnya bagi perempuan Indonesia.

Semasa hidupnya, R.A Kartini berjuang mewujudkan kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki dalam segala bidang, termasuk pendidikan. Di era modern ini, semangat Kartini telah menginspirasi banyak orang baik dalam menjalani karir maupun berkarya, salah satunya yaitu Bintarti A.Yulianto, Vice President Teknik PT Blue Bird Tbk.

Berikut adalah kisah Bintarti dalam menghidupkan semangat Kartini di era modern.

Baca Juga: Kisah Sukses CEO Gelora.id, Mencari Cuan dari Keringat di Lapangan

1. Menjadi pemimpin di bidangnya

Kisah Perempuan di Balik Kesiapan Puluhan Ribu Armada Blue BirdBintarti A.Yulianto, Vice President Teknik PT Blue Bird Tbk

Terlepas dari gendernya, Bintarti merupakan sosok pemimpin era modern. Di posisinya saat ini ia membawahi ribuan karyawan di Divisi Perawatan Blue Bird serta memegang tanggung jawab penuh terhadap kesiapan armada dari Blue Bird Group dalam melayani masyarakat.

Kesiapan armada itu mulai dari pengecatan sesuai identitas perusahaan, pemasangan atribut, hingga sistem service/maintenance. Itu semua merupakan tanggung jawab Bintarti guna memastikan kenyamanan dan keamanan para pelanggan setia dari titik penjemputan hingga titik pengantaran.

2. Tertarik pada nuklir

Kisah Perempuan di Balik Kesiapan Puluhan Ribu Armada Blue BirdPembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Belgia. unsplash.com/Frederic Paulussen

Bintarti menceritakan, awal karirnya dimulai setelah dirinya yang mengambil studi jurusan Teknik Nuklir di Universitas Gadjah Mada tidak bisa bekerja di bidang tersebut karena pemerintah menunda pembangunan Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Ia pun akhirnya memutuskan untuk mencari peluang di Blue Bird yang sedang membuka lowongan pekerjaan. Dengan latar belakang pendidikan di bidang teknik, Bintarti mendapatkan tugas berkaitan dengan aspek teknik pula, dan harus menangani perawatan armada taksi dan kendaraan Blue Bird Group yang puluhan ribu jumlahnya.

Namun meski harus berkutat dengan penanganan perawatan kendaraan yang mencapai puluhan ribu dan ribuan kolega yang semuanya pria, ia tidak patah semangat dan dapat terus mengembangkan karir hingga menjadi pemimpin di bidang tersebut.

3. Beradaptasi dengan rekan kerja

Kisah Perempuan di Balik Kesiapan Puluhan Ribu Armada Blue Birdbluebirdgroup.com

Bintarti bukan hanya hebat karena bisa mengordinasikan pengelolaan perawatan puluhan ribu kendaraan secara terjadwal, yang jelas sangat memerlukan kedisiplinan, sistem yang handal, dan tentu saja kualitas kepemimpinan yang kuat dalam lingkungan kerja yang didominasi laki-laki. Ia juga telah berhasil belajar beradaptasi dengan lingkungan kerjanya.

“Saya merasa enjoy saja bekerja dengan rekan-rekan teknik yang seluruhnya pria, karena dari saat kuliah pun, teman saya kebanyakan juga pria. Dan sebetulnya, masalahnya bukan terletak pada wanita atau pria, dalam dunia kerja ataupun dalam kegiatan yang lain, kunci utama adalah perlunya kita memiliki “mindset” yang sama. Apabila (telah) ada kesamaan pemahaman, etos kerja, saling memahami the do's and the don'ts; rekan laki atau wanita pada dasarnya sama,” kata Bintarti menjelaskan.

Bahkan, dalam beberapa hal, Bintarti justru merasakan aspek positif dari keadaannya ini yaitu dapat menyampaikan sesuatu hal atau pemikiran secara lebih direct, straight to the point, terbuka kepada rekan kerja pria yang sangat mendukung dan sesuai budaya dan tuntutan kerja yang ada.

Baca Juga: Kisah Sukses Pria Singapura Dirikan Bisnis Kesehatan di Indonesia

4. Terinspirasi sesama perempuan

Kisah Perempuan di Balik Kesiapan Puluhan Ribu Armada Blue BirdBintarti A.Yulianto, Vice President Teknik PT Blue Bird Tbk

Bintarti juga mengatakan bahwa ia merasa beruntung karena dalam perjalanan awal kariernya di Blue Bird berkesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan pendiri Blue Bird, Mutiara Fatimah Djokosoetono. Bintarti menyebut Mutiara telah menanamkan nilai-nilai dan sikap untuk mandiri.

“Saya tidak akan pernah lupa, bagaimana Ibu Mutiara menanamkan rasa memiliki dan motivasi dengan memberikan perhatian-perhatian kecil, tantangan dan juga kepercayaan. Hal ini yang menjadi pedoman serta nilai-nilai yang saya selalu terapkan baik di lingkungan kerja maupun di keluarga,” ujar Bintarti.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa setiap perempuan pasti bisa mencapai apa yang mereka inginkan jika terus berjuang dan menanamkan sikap mandiri.

“Sikap mandiri dan terus tangguh menjadi faktor kunci di dalam langkah emansipasi perempuan. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam berbakti terhadap negara dan memberikan manfaat kepada khalayak luas. Kepada setiap perempuan Indonesia, teruskan perjuangan dalam menciptakan karya bagi keluarga dan bangsa. Semangat!” kata Bintarti.

Baca Juga: [WANSUS] Blue Bird Bicara Masa Depan Bisnis di Tengah COVID-19

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya