ilustrasi saham (pexels.com/AlphaTradeZone)
Menghindari saham gorengan bukan berarti menutup peluang investasi sepenuhnya. Investor tetap bisa berinvestasi dengan aman selama menerapkan strategi yang tepat dan disiplin. Dengan pendekatan yang lebih rasional, risiko terjebak saham gorengan dapat diminimalkan.
a. Cek fundamental perusahaan secara menyeluruh
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa laporan keuangan perusahaan secara detail. Perhatikan kinerja laba, arus kas, serta struktur utang dalam beberapa periode terakhir. Jika fundamental perusahaan lemah tetapi harga saham naik tajam, kondisi ini patut dicurigai.
b. Perhatikan kapitalisasi pasar dan likuiditas
Saham dengan kapitalisasi pasar kecil memang tidak selalu buruk. Namun, saham jenis ini lebih rentan mengalami pergerakan harga yang tidak wajar. Investor perlu memastikan likuiditas saham cukup stabil dan tidak hanya ramai dalam waktu singkat.
c. Waspadai lonjakan harga tanpa berita jelas
Kenaikan harga saham yang sehat biasanya didukung oleh informasi resmi atau aksi korporasi yang dapat diverifikasi. Jika harga saham melonjak tanpa adanya berita kredibel, investor sebaiknya tidak langsung tergoda. Sikap waspada penting untuk menghindari keputusan spekulatif.
d. Bandingkan dengan saham sejenis di sektor yang sama
Membandingkan saham dengan emiten lain dalam sektor yang sama bisa memberikan gambaran yang lebih objektif. Jika hanya satu saham yang naik ekstrem sementara yang lain relatif stabil, potensi saham gorengan perlu diperhatikan. Perbandingan ini membantu investor melihat apakah kenaikan harga masih masuk akal.
e. Hindari keputusan impulsif karena takut ketinggalan
Rasa takut ketinggalan atau fear of missing out (FOMO) sering mendorong investor mengambil keputusan terburu-buru. Padahal, keputusan impulsif justru meningkatkan risiko kerugian. Investor sebaiknya berpegang pada rencana investasi dan strategi yang telah ditetapkan sejak awal.
Dengan menerapkan tips tersebut secara konsisten, investor dapat mengurangi risiko terjebak saham gorengan. Fokus pada perusahaan dengan fundamental yang kuat dan transparan tetap menjadi pilihan paling aman. Investasi yang sehat bukan soal kecepatan meraih untung, melainkan soal pengelolaan risiko yang bijak.
Saham gorengan memang terlihat menggiurkan karena potensi keuntungan cepat, tetapi risikonya jauh lebih besar dibandingkan saham dengan fundamental kuat. Dengan memahami definisi, ciri, risiko, dan cara menghindarinya, investor bisa mengambil keputusan yang lebih rasional dan aman. Pada akhirnya, membangun portofolio investasi yang sehat membutuhkan kesabaran, riset, dan disiplin, bukan sekadar ikut arus tren sesaat.