Ilustrasi saham (pexels.com/StockRadars Co.)
Agar tidak mudah terjebak, kamu wajib memahami beberapa ciri saham gorengan berikut ini.
1. Fundamental perusahaan lemah
Ciri paling umum adalah kondisi perusahaan yang sebenarnya tidak sehat. Laporan keuangan sering merugi, utang tinggi, atau model bisnisnya tidak jelas. Meski begitu, harga sahamnya justru bisa naik drastis tanpa alasan yang masuk akal. Kondisi seperti ini tentu patut dicurigai karena kenaikan harga tidak sejalan dengan fundamental perusahaan.
2. Kapitalisasi pasar kecil
Saham gorengan biasanya berasal dari perusahaan dengan kapitalisasi pasar kecil atau kategori small-cap. Karena jumlah saham dan nilai pasarnya kecil, bandar lebih mudah mengendalikan pergerakan harganya. Dengan modal yang tidak terlalu besar, harga saham bisa didorong naik secara agresif. Itulah kenapa saham jenis ini sering bergerak ekstrem dalam waktu singkat.
3. Volatilitas sangat tinggi
Harga saham gorengan terkenal sangat liar. Hari ini bisa naik sampai auto reject atas (ARA), tetapi beberapa hari kemudian langsung jatuh tajam. Pergerakan seperti ini memang terlihat menggiurkan bagi trader harian. Namun, risiko kerugiannya juga sangat besar karena arah harga sulit diprediksi.
4. Lonjakan volume transaksi tidak wajar
Ciri lainnya adalah adanya peningkatan transaksi secara tiba-tiba tanpa berita positif yang jelas. Volume jual beli mendadak membludak padahal tidak ada sentimen penting dari perusahaan. Kondisi tersebut biasanya menjadi tanda adanya aktivitas bandar yang sedang memainkan harga saham agar terlihat menarik di pasar.