Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Survey Ipsos 2026: Bank Digital Makin Digandrungi Warga RI

3 min read
Survey Ipsos 2026: Bank Digital Makin Digandrungi Warga RI
ilustrasi bank digital (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Volume transaksi pembayaran digital Indonesia mencapai 5,5 miliar pada Juli 2026, tumbuh 28,69 persen secara tahunan menurut Bank Indonesia.

  • Survei Ipsos mencatat kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi alasan utama penggunaan bank digital bagi 71 persen responden, disusul fitur lengkap dan aplikasi mudah digunakan.

  • SeaBank meraih persepsi tertinggi untuk kelancaran transaksi, stabilitas aplikasi, dan kemudahan interface; pembukaan rekening termudah dinilai pada Neobank dan SeaBank.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pertumbuhan transaksi digital di Indonesia terus menunjukkan kuatnya adopsi masyarakat terhadap layanan keuangan digital.

Menurut data Bank Indonesia (BI), volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,5 miliar transaksi pada Juli 2026, tumbuh 28,69 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

  1. 1. Alasan warga RI gandrungi bank digital

    Ilustrasi Bank Digital. (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi Bank Digital. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Survey Ipsos Indonesia menunjukkan bahwa kemudahan dan efisiensi menjadi faktor penting dalam mendorong penggunaan layanan bank digital.

    Sebanyak 71 persen responden menyebut proses transaksi yang mudah dan cepat sebagai salah satu faktor utama, diikuti oleh 66 persen yang mempertimbangkan kelengkapan produk dan fitur transaksi.

    Lalu, 61 persen responden yang menilai pentingnya aplikasi yang mudah digunakan. Sementara itu, 57 persen menyebut proses pembukaan rekening yang sederhana sebagai salah satu faktor yang mendorong penggunaan aplikasi bank digital.

    Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla menyampaikan bahwa pengalaman menggunakan aplikasi bank digital semakin mencakup berbagai aspek, mulai dari kecepatan transaksi dan stabilitas sistem hingga kemudahan interface dan kelancaran proses bagi pengguna sehari-hari.

    “Seiring semakin terintegrasinya bank digital dengan aktivitas finansial sehari-hari, pengguna bank digital tidak hanya membutuhkan akses terhadap layanan perbankan secara digital, tetapi juga pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan,” tutur Hansal dikutip Kamis, (1/10/2026).

  2. 2. SeaBank hingga Superbank disebut paling stabil

    Ilustrasi transaksi digital (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi transaksi digital (IDN Times/Aditya Pratama)

    Hansal mengatakan, performa aplikasi dan kemudahan penggunaan menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman pengguna terhadap sebuah layanan bank digital.

    Berdasarkan hasil survey, untuk atribut kelancaran dan kecepatan respons aplikasi dalam pemrosesan transaksi, tiga bank dengan persepsi positif tertinggi adalah SeaBank (67 persen), Bank Jago (54 persen), dan Neobank (42 persen).

    Sementara itu, pada atribut stabilitas aplikasi dengan minim gangguan atau error, SeaBank (66 persen), Bank Jago (51 persen), dan Superbank (47 persen) menjadi bank digital dengan posisi tiga teratas. Posisi berikutnya pada kedua atribut ini ditempati oleh Superbank (39 persen) dan Allo Bank (29 persen) untuk performa transaksi, serta Neobank (43 persen) dan Allo Bank (26 persen) untuk stabilitas aplikasi.

  3. 3. Kemudahan akses aplikasi jadi hal krusial

    Ilustrasi mobile banking. (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi mobile banking. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Selain performa teknis, kemudahan penggunaan sehari-hari turut membentuk pengalaman yang pada akhirnya membentuk loyalitas pengguna bank digital.

    Pada atribut kemudahan dan kesederhanaan memahami interface, tiga posisi teratas diisi oleh SeaBank (56 persen), Allo Bank (52 persen), dan Bank Jago (50 persen), diikuti oleh Superbank (47 persen) dan Neobank (43 persen).

    Sementara dalam hal kemudahan membuka rekening, Neobank dan SeaBank sama-sama mencatatkan 54 persen, diikuti oleh Superbank (46 persen), Allo Bank (45 persen), dan Bank Jago (41 persen).

    Hal itu menunjukkan bahwa proses onboarding yang ringkas dan kemudahan navigasi kini menjadi bagian dari pengalaman yang dirasakan dan dinilai oleh pengguna bank digital.

    “Ketika aplikasi menjadi bagian dari aktivitas finansial yang semakin rutin, pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan menjadi semakin relevan dalam membangun pengalaman konsumen terhadap layanan digital banking,” tutur Hansal.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More