Jakarta, IDN Times - Transaksi digital kini menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari, mulai dari belanja online, pembayaran tagihan, hingga transfer keuangan. Kemudahan ini memang membuat aktivitas lebih praktis dan cepat, tetapi di sisi lain juga membuka peluang besar bagi pelaku penipuan untuk memanfaatkan celah keamanan. Banyak orang menjadi korban karena kurang hati-hati atau tidak memahami risiko yang ada saat bertransaksi secara online.
Perkembangan teknologi membuat modus penipuan semakin beragam, mulai dari situs abal-abal, phishing lewat pesan singkat, hingga pencurian identitas melalui tautan palsu. Pelaku penipuan biasanya memanfaatkan kelengahan pengguna atau memancing rasa panik agar korban segera memberikan data pribadi. Karena itu, pemahaman mengenai keamanan digital menjadi sangat penting untuk menjaga diri dari ancaman tersebut.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan beberapa langkah dasar, siapa pun bisa meminimalkan risiko menjadi korban penipuan digital. Mengetahui cara membedakan transaksi aman dan mencurigakan adalah langkah pertama untuk melindungi data pribadi dan keuangan dalam aktivitas online sehari-hari. Berikut 5 tips terhindar dari penipuan ketika bertransaksi digital dari Kredivo.
