Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Air Mata Hujan di Awal Oktober
ilustrasi menerima hujan dengan tangan terbuka (pexels.com/Aleksandar Pasaric)

Lembar Oktober terbuka
Mengingat kembali luka di masa lama
Ada hati yang tetap retak abadi
Walau waktu terus berjalan pergi

Menjalani hari seperti biasa
Seolah diri baik-baik saja
Namun, langit menyambutnya dengan sengaja
Memberi pelukan penghangat duka

Air mata hujan di awal oktober sebagai pertanda
Bahwa dunia tak melupakan insan-Nya
Haruskah aku ikut terbawa hanyut akan buaiannya?
Atau bertahan walau tahu bahwa tak ada obat penyembuh luka

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team