Ayah mengapa kau tiada
Dahulu kau seolah-olah tak ada
Manakala kau yang paling nyata
Dan yang selalu ada
Justru aku abai akan hadirmu
Aku sibuk meminta banyak
Kau sibuk memenuhi semuanya
Tak pernah kutanya lelahmu
Tak pernah kudengar keluhmu
Hanya egoku yang berbicara
Aku hitung pemberianmu
Tak pernah kuhitung pengorbananmu
Kupikir itu biasa saja
Betapa sempit pikirku
Kini semua terlambat
Andai waktumu menungguku
Kan kupeluk pundakmu erat
Kan kuucapkan terima kasih
Ayah mengapa kau tiada
Ketika aku sadar besarnya usaha dan perjuanganmu
![[PUISI] Ayah Mengapa Kau Tiada](https://image.idntimes.com/post/20250619/1000067725_119d0e51-63e0-43cd-a560-7b8521954499.jpg)