Dulu, senja adalah semburat warna
Buatku betah menatap berlama-lama
Kaguminya meski sekejap lalu sirna
Rindukannya saat petang menyapa
Namun sepeninggalmu dari ufuk mata
Cakrawala hanyalah gradasi biru
Seolah pagi tak kirimkan sampai jumpa
Dan gelap tiba-tiba tercipta
Lalu termenung aku menerka-nerka
Benarkah lembayunglah yang kupuja
Atau rengkuh yang hadir di sela rona
Namun hanya gema suaraku menjawab tanya
Maka kuabaikan saja kanvas semesta
Tak peduli goresan apa pun di angkasa
Lebih tertarik kupandangi buana
Barangkali bayangmu terbit di sana
![[PUISI] Barangkali Bukan Senja](https://image.idntimes.com/post/20261006/free-photo-of-silhouette-of-a-woman-standing-on-a-bridge-at-sunset_0c3ba67f-d4d0-4eb0-a19c-5d43364dbf55.jpeg)