Hatiku berdetak dengan kencang
Sejak pukul dua hingga setengah tiga
Alarm yang tak kunjung mereda
Terus mendengung,menjalar hingga ke lubuk kalbuku
Pikiranku terus berdialog
"Bagaimana jika ada kata - kata yang kurang berkenan?"
Aku sempat meragukan diriku sendiri
Apakah kebenaran akan terbuka dengan sendirinya ?
Haruskah kubuka batinku
Dengan segala ruang yang selama ini terkunci?
Keresahan terus bertebaran
Memikul bayangan kehampaan
Seolah duniaku akan retak
Namun faktanya,
Semua itu hanyalah ilusi yang menghantuiku
Ternyata, ia hanya memastikan
"Bagaimana keadaanmu saat ini?"
Sebuah pertanyaan mendasar
Yang selama ini kucemaskan
Tak serumit yang kubayangkan
Hanya nuraniku yang terisolasi
Meragukan setiap aksara yang tampak
Karena takut trauma terjadi lagi
![[PUISI] Bayangan Aksara yang Terkunci](https://image.idntimes.com/post/20260805/joseph-robroek-4tfc7i7vyxu-unsplash_d5a63da3-c3fc-4776-a9ca-d1f496795325.jpg)