Kita menanam janji di tanah retak
Namun, hujan tak pernah datang menyapa
Aku tetap menyiram dengan asa yang rengat
Walau kutahu bunga ini takkan berdaya
Kita berpelukan di tepi kehilangan
Kupaksa langkah agar tak berhenti di sini
Aku tahu ini jalan tanpa tujuan
Namun, mengapa aku tetap memilih kau lagi?
Mungkin nanti, luka ini jadi rumah
Tempat rindu dan realitas berdamai
Aku tak menyesal meski dunia menjauhkan
Sebab mencintaimu adalah caraku bertahan
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Berjalan di Luka

ilustrasi pasangan berjalan bersama (unsplash.com/Joran Quinten)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us