Di sana, disudut ruangan usang
Berdiri sebuah rak buku raksasa
Berjajar rapi sesuai abjadnya
Beragam jenis bukunya
Dari yang membuatmu tertawa
Hingga membuatmu berfikir keras
Buku-buku yang terlihat
Menampilkan warna usang yang eksentrik
Merah pekat, bagai warna darah
Entah apa tujuan diwarnainya
Terasa rapuh bila disentuh
Tapi terlalu sayang bila dibuang
Kugenggam perlahan sang buku
Kuhapus debu usang yang menempel
Kubuka satu persatu halamanya
Kubaca perlahan-lahan setiap lembarnya
Kuresapi makna yang tertulis
Tak terasa air mata jatuh perlahan
Mirisnya kehidupan yang kau lalui
Tersimpan disudut ruangan tua berdebu
Tak dianggap, dibuang dan dijauhi
Hanya mampu meluapkan emosi
Lewat kata-kata dalam tulisanmu
Tak apa, kini kau tak sendiri
Ada aku yang menemani
Dalam suka dan duka
Dalam diam yang kau rajut terlalu lama
Walau hanya bisa kupahami lewat kata-kata
![[PUISI] Buku Tua di Sudut Ruangan](https://image.idntimes.com/post/20250823/pexels-wojtekpaczes-18298085_2e36d5d6-8425-4578-99e7-bd89bd53064a.jpg)