Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Bumi Tanpa Gemuruh
ilustrasi jalanan sepi (pexels.com/Pixabay)

Senyap itu keras
Lebih keras dari batu dasar sungai
Menolak hancur kala dilumat
Kadang, menjadi burung hitam mengepak di rongga dada

Redam mencari jendela untuk pulang
Sedang langit telah dilipat malam
Seperti surat tak jadi dikirim
Entah sejak kapan termakan usang

Barangkali suatu saat habis senyap
Berganti gemuruh persis kilat
Menghantam tanpa perhitungan
Melukis memori kelam

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎