Luka tidak selalu mengeluarkan darah
Sebagiannya berubah menjadi kata
Tumbuh diam-diam di balik dada
Mencari bentuk agar bisa dipahami

Rasa yang tak sempat dijelaskan
Mengendap menjadi kalimat pendek
Suara yang dulu pernah tercekat
Kini menemukan jalannya sendiri

Setiap perih menyisakan kata
Tersusun tanpa direncanakan
Dari sana lahir pengertian
Yang tak pernah diajarkan siapa pun

Aku tidak lagi mengutuk luka
Ia mengajarkanku berbicara pelan
Dari tempat yang pernah hancur
Tumbuh bahasa yang lebih lembut