Terperangah menatap dunia
Kacamata retak tak pernah tervalidasi
Bukankah mengira langit yang sobek?
Sungguh, lensa kita sedang pecah
Kumal prasangka yang berdebu
Pandangan menjadi hakim
Tanpa sidang, tanpa saksi
Setiap dimaknai badai
Atau pandangan kita tengah tersesat?
Cacat perspektif itu
Tumbuh layaknya lumut, bukan?
Menyulap dinding keyakinan
Hijau, lembap, dan tak terasa
Hingga asumsi terpatahkan
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Cacat Perspektif
![[PUISI] Cacat Perspektif](https://image.idntimes.com/post/20230609/pexels-lamar-belina-6995562-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-e661cc8fcbb45996f82c3c04058222f7.jpg)
ilustrasi tatapan mata (pexels.com/Lamar Belina)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us