Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Cahaya dari Masa Lalu

[PUISI] Cahaya dari Masa Lalu
ilustrasi perempuan sedang menatap lentera (pexels.com/Nataliia Zhytnytska)

Musim telah berganti,
bagai sungai yang tak pernah kembali sama.
Namun tiap arus, tiap riak yang reda,
meninggalkan cerita, bukan sekadar luka.

Langkahku mungkin sempat tersesat,
tertawa dalam bingung, menangis dalam lelah.
Tapi dari semua itu tumbuh jiwa,
yang kini lebih mengerti makna.

Tak semua yang hilang harus disesali,
sebab takdir pun menulis dengan hati.
Yang pernah singgah, yang sempat pergi,
adalah bagian dari diriku yang kini berdiri.

Langkah-langkah itu, meski tertinggal,
membangun pijakan di jalan yang kekal.
Tak lagi berat saat dikenang,
karena diriku tahu bahwa semua tak pernah hilang.

Biarlah waktu terus melaju,
membawa hari-hari yang baru.
Karena yang telah terlewati, sesungguhnya,
adalah cahaya yang menerangi masa depanku.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Rumah Ternyaman

03 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sebongkah Es

[PUISI] Sebongkah Es

03 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lahan Basah

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction