Aku masih di sudut meja yang sama,
belajar mengeja namamu
tanpa getar—
Sebab rindu
seringkali menjadi tamu
yang lupa jalan pulang,
betah mengetuk pintu ingatan
terus-menerus,
tanpa lelah
Aku telah merapikan sisa tawa,
menyimpannya
di bawah tumpukan duka
hingga pada pintu sadar
bahwa
Mencintai,
tak selamanya tentang memiliki,
terkadang ia menjadi sebuah proeses seni untuk melepaskan
tanpa harus memeluk membenci
© Chesamstory
![[PUISI] Cara Tabah Menghapus Jejak yang Menetap](https://image.idntimes.com/post/20250318/leaves-1076307-1280-8867bca6d41fe839a4aae3985904176f-8f0096b133907bc4431d5474e45e48ee.jpg)