Di gudang bisu itu, aku dengar dunia merintih
seperti tulang keropos oleh waktu
sulit berdiri tegap oleh janji,
yang pernah diukir di padang rindu itu.
Terkoyaklah selimut gelap yang kupasang di langit
dan aku tahu: malamku sebentar lagi habis.
Aku yang dulu menggenggam hidup
seperti bara di telapak tangan,
kini terjepit oleh bayanganku sendiri.
Tawaku buyar, pecah jadi debu,
sebab setiap huruf yang kutulis kembali menikamku.
Peluru itu menggertak keras,
mengoyak dada yang penuh ambisi busuk.
Aku berlari, tapi langkahku ompong
seperti harimau tua yang kehilangan taring,
menyuruk di antara robekan kebesaran yang kutulis sendiri.
Dan di sana jiwa berdiri, tanpa suara,
mata dinginnya menusuk sampai ke nadi.
Kami dua badai yang saling menelan,
dua kutuk yang tak pernah benar-benar membenci,
hanya menyala untuk saling padam.
Si maut berkepala muram meraih pena,
seolah mencabik batas antara hidup dan mati.
Namaku jatuh di halaman yang tak punya doa
dan aku rebah tertelan malam yang tak lagi kupimpin.
Beginilah akhir para pemburu cahaya:
mati oleh gelap yang mereka pelihara.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Catatan Terakhir di Ujung Napas
![[PUISI] Catatan Terakhir di Ujung Napas](https://image.idntimes.com/post/20251115/1000582520_98068ba7-0158-48e9-b0f2-9ba7bbb2a9d2.jpg)
ilustrasi kakek menulis (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Tipu Daya Seulas Senyum13 Nov 2025, 05:04 WIB
- [PUISI] Remedial Bicara16 Nov 2025, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Mama, Kemana Aku Harus Melangkah?05 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Bercumbu dengan Bayang-bayang05 Sep 2026, 05:04 WIB
[Puisi] Saat Daun Belajar Jatuh04 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Mari Bersantai Sejenak04 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Pertarungan Kehidupan04 Sep 2026, 13:07 WIB
[PUISI] Jika Mesin Waktu Itu Ada04 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Tubuh yang Bukan Lagi Milikku04 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Hamparan Dunia Abadi03 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Yang Tak Sempat Kucoba03 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Kabut Asap dari Tanah yang Luka03 Sep 2026, 11:07 WIB
[PUISI] Ringkih Tertatih03 Sep 2026, 05:44 WIB
[PUISI] Pulang Kepada Diriku yang Pernah Hilang03 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Di Balik Malam yang Hening02 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Berbisik kepada Diri02 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Ketika yang Lemah Membayar02 Sep 2026, 15:47 WIB
[PUISI] Makam Bagi Suara02 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Mencari Ruang untuk Betah02 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Antara Gelap dan Harapan01 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Meremuk Peluk01 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Negeri yang Katanya Baik-Baik Saja01 Sep 2026, 21:02 WIB