deras hujan yang turun membasahi aspal depan rumahmu
telah mencuri kosakataku : membasahinya,
menghanyutkannya ke ulu hatimu
membuatku menggelepar tak berdaya
karena kehilangan separuh napasku
puisi yang kala itu menjelma kenangan
mengetuk genting rumahmu tanpa kau persilakan masuk
meski berkali-kali aku telah mengetuk
hingga aku berpikir mencintaimu
adalah ketidakpastian yang paling sulit kuingkari
di sini, aku mencintamu yang tidak pasti
di sana, kamu mencintai aku yang membingungkanmu
entah sebenarnya apa maksud Tuhan
membuat kita jatuh cinta hanya untuk saling memantik luka
Madiun, Januari 2021
![[PUISI] Deras Hujan yang Menjelma Kenangan](https://image.idntimes.com/post/20250808/pexels-pixabay-268791_d3daf217-8926-4ee5-9d92-ea401c77ee0c.jpg)