Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Di Balik Kaca Toko
ilustrasi toko bunga (unsplash.com/Alisa Anton)

Langkahku kembali tertahan di depan etalase ini
Pemandangan yang kucuri dalam tiap perjalanan
Dari tepian jalan, harumnya sudah menyapa
Membawa tenang sebelum sempat kupinta

Bayangkan saja
Jika setiap hari dilingkari kelopak-kelopak ranum
Betapa teduhnya jiwa
Seolah menetap di padang yang tak kenal layu

Aku menatap kaca toko itu sambil merenung
Mungkinkah aku tumbuh seanggun mereka?
Menjadi alasan bagi seseorang untuk tersenyum
Atau penyejuk bagi hati yang sedang berdebu

Namun, aku hanyalah manusia penuh retakan
Penuh cacat yang seringkali tak kasat mata
Bahkan untuk membahagiakan diri sendiri
Aku masih sering kehilangan arah dan cara

Di balik segala rapuh ini
Aku tak ingin menjadi beban yang memberatkan
Setidaknya bagi mereka yang tetap tinggal
Menemaniku saat duniaku sedang tak karuan

Untuk mereka
Aku ingin belajar cara untuk mekar
Membawa sedikit terang dan bahagia
Meski aku masih meraba bagaimana caranya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team