Langkahku kembali tertahan di depan etalase ini
Pemandangan yang kucuri dalam tiap perjalanan
Dari tepian jalan, harumnya sudah menyapa
Membawa tenang sebelum sempat kupinta
Bayangkan saja
Jika setiap hari dilingkari kelopak-kelopak ranum
Betapa teduhnya jiwa
Seolah menetap di padang yang tak kenal layu
Aku menatap kaca toko itu sambil merenung
Mungkinkah aku tumbuh seanggun mereka?
Menjadi alasan bagi seseorang untuk tersenyum
Atau penyejuk bagi hati yang sedang berdebu
Namun, aku hanyalah manusia penuh retakan
Penuh cacat yang seringkali tak kasat mata
Bahkan untuk membahagiakan diri sendiri
Aku masih sering kehilangan arah dan cara
Di balik segala rapuh ini
Aku tak ingin menjadi beban yang memberatkan
Setidaknya bagi mereka yang tetap tinggal
Menemaniku saat duniaku sedang tak karuan
Untuk mereka
Aku ingin belajar cara untuk mekar
Membawa sedikit terang dan bahagia
Meski aku masih meraba bagaimana caranya
![[PUISI] Di Balik Kaca Toko](https://image.idntimes.com/post/20260311/alisa-anton-d4blldtly00-unsplash_8202ea5d-80bb-4167-91fb-83eef1193563.jpg)