Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Di Balik Layar
ilustrasi seorang lelaki di museum (pexels.com/Muhammad Khairul Iddin Adnan)

Senyum malu, sepatu biru, dan jaket abu-abu
Tiga hal yang masih kuingat selalu
Berdiri tegap dengan raut wajah mengajak akrab
Suara merdu, tapi tak mendayu
Sedikit tegas, tapi tak sarkas
Gaya bicara yang membuatku jatuh padamu saat itu

Entah butuh berapa detik untuk menyadarinya
Yang jelas aku suka pada saat itu juga
Rasanya ingin terus dekat meski aku tahu ini terlalu cepat
Sepertinya, cukup di balik layar aku memeluk rasa yang pekat

Menunggumu sadar dengan perbanyak sabar
Berharap semesta bekerja memberi kesempatan,
lewat kejadian-kejadian tak terduga,
yang buat kita satu panggung yang sama

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team