Rumah putih di seberang jalan itu
Selalu singgah lebih lama di mataku
Catnya mulai pudar dimakan waktu
Namun hangatnya tak pernah ikut luruh
Di halaman kecil yang dipenuhi bunga
Angin sore datang membawa tenang
Dan entah sejak kapan setiap menatapnya
Tumbuh harapan kecil di dalam dadaku
Setiap kali aku melewati rumah itu
Selalu ada doa yang lirih terucap
Semoga suatu hari nanti
Aku punya rumah sehangat itu
Bukan rumah besar penuh kemewahan
Bukan bangunan tinggi yang mengagumkan
Aku hanya ingin rumah sederhana
Yang membuat lelahku merasa dipeluk pulang
![[PUISI] Doa untuk Sebuah Rumah](https://image.idntimes.com/post/20260506/rey-joson-r72kxdmzldi-unsplash_09fe087f-3d25-41be-8c91-a10fc968913c.jpg)