Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Doa untuk Sebuah Rumah
ilustrasi rumah (unsplash.com/Rey Joson)

Rumah putih di seberang jalan itu
Selalu singgah lebih lama di mataku
Catnya mulai pudar dimakan waktu
Namun hangatnya tak pernah ikut luruh

Di halaman kecil yang dipenuhi bunga
Angin sore datang membawa tenang
Dan entah sejak kapan setiap menatapnya
Tumbuh harapan kecil di dalam dadaku

Setiap kali aku melewati rumah itu
Selalu ada doa yang lirih terucap
Semoga suatu hari nanti
Aku punya rumah sehangat itu

Bukan rumah besar penuh kemewahan
Bukan bangunan tinggi yang mengagumkan
Aku hanya ingin rumah sederhana
Yang membuat lelahku merasa dipeluk pulang

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team