Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Terikat Takdir Benang Merah

[PUISI] Terikat Takdir Benang Merah
ilustrasi tangan yang terikat benang merah (magnific.com/freepik)
Share Article

Di antara riuh dan sunyi yang melata
Ada jemari takdir yang menenun karsa
Mengikat dua jiwa dalam rahasia semesta
Tanpa perlu suara, tanpa perlu dipaksa

Meski jarak membentang ribuan samudera
Dan waktu mencoba mengaburkan muara
Benang merah itu tetap kokoh membara
Menuntun langkah pulang ke peluk yang setara

Tak akan putus oleh badai yang menerjang
Tak akan luntur meski cahaya kian jarang
Sebab yang sudah tertulis di buku benderang
Akan tetap bersatu, takkan pernah hilang

Kita hanyalah pengembara yang patuh
Pada benang merah yang membuat kita utuh
Hingga di titik akhir saat raga telah rapuh
Cinta ini menetap, takkan lagi menjauh

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team