Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Terikat Takdir Benang Merah

[PUISI] Terikat Takdir Benang Merah
ilustrasi tangan yang terikat benang merah (magnific.com/freepik)

Di antara riuh dan sunyi yang melata
Ada jemari takdir yang menenun karsa
Mengikat dua jiwa dalam rahasia semesta
Tanpa perlu suara, tanpa perlu dipaksa

Meski jarak membentang ribuan samudera
Dan waktu mencoba mengaburkan muara
Benang merah itu tetap kokoh membara
Menuntun langkah pulang ke peluk yang setara

Tak akan putus oleh badai yang menerjang
Tak akan luntur meski cahaya kian jarang
Sebab yang sudah tertulis di buku benderang
Akan tetap bersatu, takkan pernah hilang

Kita hanyalah pengembara yang patuh
Pada benang merah yang membuat kita utuh
Hingga di titik akhir saat raga telah rapuh
Cinta ini menetap, takkan lagi menjauh

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Terikat Takdir Benang Merah

06 Mei 2026, 17:07 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Terbentur Rasa

[PUISI] Terbentur Rasa

03 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Hamparan Semu

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction