Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi puisi episode yang mati
ilustrasi puisi episode yang mati (pexels.com/Tim Mossholder)

Episode itu berputar
kamu, aku, aku, kamu
berseteru di tengah melodi
karena semua tahu akan ini
tak jadi kita, hanya aku kamu

Episode itu berjalan
tanpa kutahu akan rasamu
hingga kusadar kultusanmu
adalah nyata, bukan candaan
melingkupiku yang mati rasa

Episode itu mati
ketika pernyataanmu maujud
dan aku, selalu pilih menolak
ketika itulah kau akhirnya buram
menjadi luput dan tak muncul lagi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team