Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Doa di Balik Nasi Dingin

[PUISI] Doa di Balik Nasi Dingin
Ilustrasi nasi putih hangat (pexels.com/makafood)

Nasi yang dingin di piring adalah saksi bisu
Tentang hari-hari yang dijalani dengan perlahan
Tentang harapan yang tertunda dan mimpi yang kaku
Tentang tubuh yang lelah menunggu perubahan.

Namun engkau tetap makan, meski tanpa gairah
Karena hidup masih memintamu untuk bertahan
Setiap suap adalah doa yang tak sempurna
"Ya Tuhan, biarkan esok lebih baik dari kemarin yang penuh luka."

Dan dalam keheningan itu, engkau menemukan kebenaran
Bahwa makan adalah syukur, meski kecil dan sederhana
Bahwa bertahan adalah bentuk keberanian
Dan masih ada cahaya, meski redup, di ujung jalan yang kelam dan berliku tanpa nama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Putar Belit Puting Beliung

20 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Cangkir Biru

[PUISI] Cangkir Biru

20 Feb 2026, 13:48 WIBFiction
[PUISI] Koma di Ujung Doa

[PUISI] Koma di Ujung Doa

20 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Merawat Percaya

[PUISI] Merawat Percaya

19 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Makhluk Perasaan

[PUISI] Makhluk Perasaan

19 Feb 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Entah Kemana

[PUISI] Entah Kemana

18 Feb 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Menyiram Muram

[PUISI] Menyiram Muram

18 Feb 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Paman Datang

[PUISI] Paman Datang

18 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sepasang Riang

[PUISI] Sepasang Riang

17 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Sahabat dalam Diam

[PUISI] Sahabat dalam Diam

17 Feb 2026, 05:15 WIBFiction