Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Esok Tanpamu
ilustrasi merenung (pexels.com/Photo by Hac Hai)

Esok yang kau tanya pergi ke mana?
Apakah esok tanpamu bukanlah esok yang kita kenal?
Akankah waktu menjebak rindu dan tempat mempersilakan maju?
Aku heran
Mengapa yang selalu dijaga memilih jumpa sampai sini saja?

Gadis dua puluh tahunan itu pernah bercerita
Entah mengapa yang berharga selalu rapuh
Barangkali, hati jangan dibanting meski telanjur pecah
"Rusak tetaplah kesayanganku," katanya

Lalu, esok yang kita nantikan telah tiba
Hari ini kau menjadi gadis egois itu
Pamit tanpa aba, hilang tanpa abu
Pergi ke awan, tanpa tali layangan
Bertualang tanpa aku jadi rumahmu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎