Senyum kecil di bibirmu yang sentakkan jantung
Dan gerik bola mata yang mengikutinya
Ingin kusapa raut wajahmu
Ingin kuselami dalam jiwamu
 
Haruskah aku berkata atau berkaca
Kepada dirinya dan pada seberkas cermin
Bertanya mengapa cinta datang
Menelusuri relung jiwa, dan jiwa
 
Sementara tempuh masih jauh
Angin pun belum berpindah
Malam masih padanya
Pun kehangatan
 
Sedang yang dekat masih merekat
Yang dekap masih berharap
Ingin kusapa raut wajahnya
Ingin kuselami dalam jiwanya