Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Formula Asmara Meracik Tawa
Tangan Menyerahkan Bunga di Depan Lembaran (Pexels/olga Volkovitskaia)
  • Puisi menggambarkan jejak jiwa, suara, senyuman, dan tawa yang hadir di tengah ruang hampa serta pertemuan yang tersekat.
  • Nostalgia, duka, rindu, dan romansa dirangkai melalui gambaran hening, sunyi, bunga, serta kilau bola mata.
  • Bait-baitnya menempatkan rumus, bilangan, dan logika sebagai simbol yang berhadapan dengan renjana serta rahasia kehadiran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jiwa merajut jejaknya
Membalut suara
Senyuman yang mencengkeram lembaran
Mengikis tulisan

Ruang hampa terbentang
Tersekat dinding pertemuan
Tawa menodai halaman
Di depan barisan bilangan yang bimbang

Mimpi melintasi nostalgia
Menghujat duka
Bunga memakan tangkainya
Hening membakar romansa

Melukis kilau bola mata
Sunyi namun berbunyi
Menabrak lembayung logika
Menelantarkan pelaku luka

Tatkala bait rindu berdering
Rumus yang merampas waktu
Dilahap esensi renjana
Membeberkan rahasia tentang hadirnya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team