Hitam putih yang kukira akan kekal di hidupku
Kini mulai berwarna berkat hadirmu yang tiba-tiba
Warna-warna mendadak hadir bagai pelangi
Yang muncul di tengah siang yang terik pasca-hujan rintik-rintik
Rona merah yang lama tenggelam di pipi
Kini mulai hilang timbul mendebarkan hati
Hari-hari yang selalu kukutuk agar segera berlalu
Menjadi hari yang paling dinanti
Barangkali memang hadirmu menjadi warna
Pada pencinta gelap yang seolah buta pada dunia
Terus terjebak pada labirin kesepian tak berujung
Kesendirian yang memakan dirinya sendiri setiap hari
Pada hadir yang entah berakhir seperti apa
Biarkan saja momen ini dinikmati
Tak perlu terlalu tinggi berekspektasi
Menjadi warna yang menghidupkanku kembali
Agar kelak tak ada yang perlu kusesali bila kau pergi
![[PUISI] Hadirmu yang Ciptakan Warna](https://image.idntimes.com/post/20241215/pexels-tirachard-kumtanom-112571-450050-29fd1daa7c5d7380758732d1c45f7838-c5d88542b4ccdd702051f425e612fec5.jpg)