Daun-daun berbisik di lembaran lama,
membawa aroma rindu yang tak terucap sama.
Setiap cabang menulis cerita drama,
di hutan sunyi yang hilang dari mata.
Bayang-bayang pohon menari di ingatan,
menyusun kenangan dalam bentuk fantasi.
Di antara arsip, terselip harapan,
yang tak pernah sempat berlabuh di realitas pagi.
Angin menelusup ke sela-sela sunyi,
menggugah nama yang hilang di hati.
Setiap desirnya jadi saksi sepi,
hutan itu ada, meski tak lagi terlihat di bumi.
Kertas-kertas tua menyimpan rimba itu,
di sana tersimpan pelukan dan pilu.
Hutan dalam arsip tetap hidup membisu,
menunggu langkah yang ingin kembali padanya selalu.
