Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Jalan Pulang yang Belum Pernah Dikenal
ilustrasi kapal berlayar (pexels.com/Md Towhidul Islam)

Ku dayung kapal yang nyaris karam 
Napas terengah, sebilah lengan mulai lelah
Aku adalah penumpang waktu yang tersesat dalam ingatan ikan
Ketika seseorang yang paling kita cintai? Meninggal dunia

Sebuah kehilangan yang kiranya paling menyiksa
Tiap hari menuntun diri sendiri dengan satu, dua, doa
Kehendak bebas ku membuat tak begitu berfungsi
Terlalu banyak hal yang senantiasa berenang di kepala

Ku coba membuka peta itu kembali, 
Usai perjalanan jauh yang tak ada ujungnya 
Muka kusut pun tak lagi terurai dengan banyak mimik 
Saat ini aku hanya merasa, dipeluk oleh kesia-siaan


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team