Ku dayung kapal yang nyaris karam
Napas terengah, sebilah lengan mulai lelah
Aku adalah penumpang waktu yang tersesat dalam ingatan ikan
Ketika seseorang yang paling kita cintai? Meninggal dunia
Sebuah kehilangan yang kiranya paling menyiksa
Tiap hari menuntun diri sendiri dengan satu, dua, doa
Kehendak bebas ku membuat tak begitu berfungsi
Terlalu banyak hal yang senantiasa berenang di kepala
Ku coba membuka peta itu kembali,
Usai perjalanan jauh yang tak ada ujungnya
Muka kusut pun tak lagi terurai dengan banyak mimik
Saat ini aku hanya merasa, dipeluk oleh kesia-siaan
![[PUISI] Jalan Pulang yang Belum Pernah Dikenal](https://image.idntimes.com/post/20240321/pexels-md-towhidul-islam-3013018-f1cb6b205e1834d4b9ff40b171ef084a-5f57cd20242a6182dfbbd0a091099398.jpg)