Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Jejak Hujan yang Tersisa

[PUISI] Jejak Hujan yang Tersisa
ilustrasi hujan-hujanan (pexels.com/Thgusstavo Santana)

Lihat kaki yang membentuk cipratan air
Pada sebuah bangku usang di pinggir jalan
Lihat kembali semesta yang masih abu-abu
Entah kapan langit kembali membiru

Pada bayangan yang terlihat buram
Dalam setitik sudut genangan
Barangkali menyinggung fatamorgana
Tak sejelas jejak hujan yang tersisa

Sedang ia masih berdiri terpaku
Pada jalanan terasa senyap
Barangkali orang-orang sudah memilih lelap
Sedang ia masih harus berdiri tegak

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiatuz Zahro
EditorMutiatuz Zahro
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hari Ini, Aku Berani Lagi

15 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sahabat Bertumbuh

[PUISI] Sahabat Bertumbuh

11 Apr 2026, 20:28 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hari Jumat

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction