Berjalan dengan sepatu penuh debu luka
Langkah-langkah menulis kisah
Di atas tanah pernah menolak cahaya
Jejak itu keruh, seperti sungai menggendong rahasia hujan
Ia mengalir tanpa suara,
Membawa ribuan bisik yang tak sempat terucap
Angin menelusuri bekas tapak kaki
Di setiap tikungan tak bertuan
Siluet mata menemukan bayangan
Berdiri seperti patung retak
Dengan puing-puing bayangan terserak
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Jejak Keruh
![[PUISI] Jejak Keruh](https://image.idntimes.com/post/20240307/1000143430-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-8a9ff6288f66a4298fad2cc8fd31b894.jpg)
ilustrasi jejak kaki (pexels.com/Min An)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us