Terperangah menatap dunia
Kacamata retak tak pernah tervalidasi
Bukankah mengira langit yang sobek?
Sungguh, lensa kita sedang pecah

Kumal prasangka yang berdebu
Pandangan menjadi hakim
Tanpa sidang, tanpa saksi
Setiap dimaknai badai
Atau pandangan kita tengah tersesat?

Cacat perspektif itu
Tumbuh layaknya lumut, bukan?
Menyulap dinding keyakinan
Hijau, lembap, dan tak terasa
Hingga asumsi terpatahkan