Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Jika Cangkir Itu Kosong
ilustrasi cangkir kosong (pexels.com/Büşranur Aydın)

Aku bersiap menjemput hari
Di meja, secangkir teh telah menanti
Diseduh ibu sepagi ini
Hangatnya masih menyimpan namaku

Sejak kecil hingga dewasa
Ia selalu setia di sana
Rasanya tak pernah benar-benar sama
Dengan teh mana pun di dunia

Barangkali hanya teh dan air mendidih
Namun jemarinya memberi arti
Ritual kecil yang hadir lirih
Selalu datang tanpa pamrih

Namun membayangkan ibu tiada
Dadaku dipenuhi gelisah
Bisakah ibu abadi selamanya
Menyeduhkan pagi di atas meja?

Jika kelak cangkir itu kosong
Dan sudut meja menjadi sunyi
Apakah saat itu telah tiba
Aku harus melangkah tanpa ibu tercinta?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team