Kututup mata, berharap waktu berganti
Namun, takdir kembali menulis kisah yang sama lagi
Di antara ribuan wajah yang datang silih berganti
Selalu bayangmu yang paling sulit pergi

Awan berarak membawa bentuk yang kukenal
Angin berbisik menyebut namamu tanpa sengaja terdengar
Lagu yang diputar, buku yang kubuka lebar
Entah mengapa, semuanya mengarah padamu

Bahkan, ketika aku memilih menjauh
Semesta justru membuat jarak terasa rapuh
Pertemuan-pertemuan kecil yang tak pernah kurencana
Seolah dijahit rapi oleh tangan takdir yang tak terlihat mata

Mungkin memang begitulah cara takdir bekerja
Tak banyak bicara, tetapi penuh makna
Ia tak memaksa hati untuk percaya
Hanya menghadirkan tanda, lalu membiarkan rasa membaca